Perang Narkoba, Polisi Perketat Jalur Masuk ke Kota Batu, Ini 2 Wilayah Rawan yang Jadi Titik Fokus

Perang Narkoba, Polisi Perketat Jalur Masuk ke Kota Batu, Ini 2 Wilayah Rawan yang Jadi Titik Fokus.

Perang Narkoba, Polisi Perketat Jalur Masuk ke Kota Batu, Ini 2 Wilayah Rawan yang Jadi Titik Fokus
SURYA/BENNI INDO
Sejumlah tersangka kasus narkotika yang diamankan Satreskoba Polres Batu. 

Perang Narkoba, Polisi Perketat Jalur Masuk ke Kota Batu, Ini 2 Wilayah Rawan yang Jadi Titik Fokus

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Polres Batu mulai memperketat kawasan masuk Kota Batu. Penjagaan itu sebagai upaya menekan peredaran Narkotika.

"Dipendem itu merupakan jalur pintu masuk dari Kota Malang maupun Kabupaten Malang jadi di sana adalah darerah rawan," terang Kasatreskoba Polres Batu Iptu Yussi Purwanto, Selasa (8/10/2019).

Selain di Pendem, kawasan Songgoriti juga merupakan tempat rawan. Di Songgoriti banyak didatangi wisatawan dari luar kota. Sebagian besar dari mereka menyewa villa di sana.

Wilayah Pertanian di Kota Batu Menyusut, Warga Kota Batu Kekurangan Beras

Diduga Api Merambat ke Lahan, Pabrik Batu Bata di Mojokerto Ludes Terbakar, PMK Padamkan Api 1 Jam

Tak Sadar Pria dari Batu Diintai Polisi Saat Ambil Sabu di Bawah Pohon, Diciduk Saat Jual di Jalan

Polisi mengkhawatirkan homestay atau villa digunakam untuk menggunakan obat-obatan terlarang tersebut.

Yussi membeberkan pada tahun 2019 Polres Batu berhasil menangkap penyebaran narkoba di Desa Pendem dan di Songgoriti sebanyak 3 TKP . Polres Batu akan lebih menyoroti dua tempat rawan tersebut.

"Kami juga menghimbau kepada pemilik Homestay di Kota Batu untuk tidak ragu melaporkan pengunjung yang mencurigakan," imbuhnya.

Karena menurut Yussi, tanpa ada bantuan dan laporan dari masyarakat maka pihak Polres Kota Batu akan kesulitan memberantas narkotika di Kota Wisata Batu.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama menyatakan perang terhadap Narkotika. Polres Batu juga terus berupaya untuk melakukan tindakan pencegahan.

“Tidak ada alasan apapun, kita semua perang, termasuk juga upaya pencegahan. Selain Resnarkoba juga ada Anggota Binmas yang melakukan penyuluhan bekerjasama dengan BNN ke masyarakat,” papar Harvi.

Sebelumnya, Polres Batu mengamankan barang bukti berupa 48.22 gram sabu-sabu.

48.22 gram sabu itu merupakan penindakan dari 10 laporan yang masuk ke Polres Batu. Harvi mengakatan kalau 1 gram sabu yang berhasil diamankan bernilai Rp 1.2 juta. Dengan begitu, dari barang yang disita itu nilai totalnya sekitar Rp 60 juta.

“Pada konteks ini Polres Batu mengamankan 15 orang tersangka. Tiga pengedar, empat kurir dan delapan orang adalah pemakai,” kata Harvi.

Dengan diamankannya 48.22 gram sabu-sabu itu, Polres Batu menaksir telah menyelamatkan 241 orang generasi muda dari narkoba dengan asumsi 1 gram sabu bisa dikonsumsi 5 orang.

Pengungkapan sabu-sabu dalam jumlah lumayan banyak ini sebagai bentuk komiten Polres Batu perang terhadap narkotika. Polisi juga mengamankan Abdul Manan yang menjadi pengedar. Manan diamankan Satnarkoba Polres Batu pada 30 September 2019.

Penulis: Benni Indo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved