PENGAKUAN Kerabat Bayi Meninggal Ada Luka Bakar di Malang, Sering Dititipkan & Hadiri Ultah Teman
PENGAKUAN Kerabat Bayi Meninggal Ada Luka Bakar di Malang, Sering Dititipkan & Hadiri Ultah Teman.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Sudarma Adi
PENGAKUAN Kerabat Bayi Meninggal Ada Luka Bakar di Malang, Sering Dititipkan & Hadiri Ultah Teman
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bayi meninggal dengan luka bakar di Malang bernama Agnes Arnelita ditemukan tak bernyawa di Perumahan Tlogowaru Indah D-14, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (30/10/2019).
Mirisnya, anak pasangan Ery Age (ayah tiri) dan Hermin Susanti (ibu kandung) ditemukan luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.
Tante korban bernama Finarti (36) menceritakan, sebelum ditemukan tewas, korban memang sering datang kerumahnya yang berlokasi di Dusun Tubo, Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.
• Korban Penggelapan Dana Koperasi Wadul ke Polres Malang Kota, Minta Tuntaskan Kasus Rugikan Rp 26 M
• TERKUAK Pembunuh Bayi Meninggal Ada Luka Bakar di Malang adalah Ayah Tiri, Emosi Bunuh Gegara 1 Hal
• Kota Malang Kekurangan Ruang Terbuka Hijau, TPA Lowokdoro akan Beralih Fungsi Jadi Hutan Kota
"Sebelum meninggal sering main kesini. Jumat pekan lalu masih menghadiri ulang tahun anak tetangga saya di sini. Ini fotonya," ujar Finarti ditemui di rumahnya sembari menujukkan foto mendiang semasa hidup.
Finarti menambahkan, alasan kedatangan keponakannya ke rumahnya itu seringkali dengan dalih dititipkan ke rumahnya hingga orang tua korban menjemputnya. Biasanya pada hari libur.
Ketika berinteraksi dengan keponakannya, Finarti merasa curiga dengan luka lebam di salah satu bagian tubuh korban. Alhasil, Finarti bertanya.
"Loh itu kenapa dek? Saya tanya begitu. Dicubit papa tante, jawab Agnes kala itu," ujar Finarti mengenang Agnes ketika hidup.
Beberapa hari setelahnya, Finarti mendapati kabar duka kematian Agnes dari Ery ayah tiri korban.
"Ayah tirinya sosok yang pendiam. Sepertinya psikopat," kenang Finarti.
Mendapati kabar tersebut, Finarti beserta keluarga turut berduka cita.
Pada Rabu, (30/10/2019) kemarin, bapak tiri dari anak ini sendiri yang membawanya ke rumah sakit.
Begitu dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit, tante korban yang membawanya kembali ke Tajinan.
Merasa ada tanda tanya dengan kondisi tubuh korban, Finarti merasa curiga dengan kondisi tubuh korban yang memar.
Salah satu yang kasat mata adalah luka lebam di bagian punggung serta pelipis kepala.