Seusai Raih Penghargaan Internasional, Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung Disambut Meriah Karyawan
Kedatangan dr Supriyanto Dharmoredjo disambut dengan kalungan karangan bunga dan tarian selamat datang.
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Setelah mendapat penghargaan dari International Hospital Federation (IHF), Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto Dharmoredjo mendapat sambutan meriah dari para karyawan, Rabu (13/11/2019).
Kedatangan dr Supriyanto Dharmoredjo disambut dengan kalungan karangan bunga dan tarian selamat datang.
Seusai memberi sambutan di upacara kecil, dokter murah senyum ini diajak para karyawan untuk foto bersama.
Tidak lupa piagam dan piala dari IHF ikut diangkat dan dipamerkan dalam setiap jepretan kamera.
“Kita sudah membuktikan, hebat bukan berarti mewah. Hebat bukan berarti mahal,” ucap dr Supriyanto Dharmoredjo.
Menurut dr Supriyanto Dharmoredjo, saat ini layanan kesehatan berlomba-lomba bergerak ke arah industrialisasi.
Padahal seharusnya rumah sakit dan layanan kesehatan adalah unit layanan publik.
• Krisis Air Bersih Melanda Desa Sumberagung, Tak Masuk Desa Terdampak Kekeringan di Tulungagung
• 522 Pedagang Pasar Ngunut Tulungagung yang Terdampak Kebakaran Direlokasi ke Pasar Hewan Kaliwungu
Prinsip itu yang dipegang dan diterapkan oleh RSUD dr Iskak Tulungagung, hingga berbuah ganjaran berbagai penghargaan.
“Tidak ada alasan orang tidak mendapat layanan kesehatan karena tidak punya uang. Di RSUD dr Iskak, gratis bagi yang tidak mampu,” tegasnya.
Diakui dr Supriyanto Dharmoredjo, berbagai prestasi ini karena kondisi peralihan pembiayaan layanan kesehatan ke BPJS Kesehatan.
Rumah sakit yang dipimpinnya harus berinovasi agar tetap bisa eksis.
Inovasi-inovasi ini yang kemudian menjadi sorotan dan banyak mendapat penghargaan.
Sebelumnya pada 14 Oktober 2019 lalu, dr Supriyanto Dharmoredjo juga mendapat penghargaan internasional dari European World Night di Cannes, Perancis.
• Imbas Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Polres Blitar Kota Terapkan Akses Satu Pintu Pengunjung
• Dalam Sebulan, Polres Kediri Kota Tangkap 20 Tersangka Narkoba dan Obat Keras
“Kami mendapat penghargaan dalam kategori entrepreneurship,” tutur dr Supriyanto.
Rumah sakit ini dinilai mampu mandiri, tanpa sokongan keuangan dari pemerintah pusat maupun daerah.