Bus Kramat Djati Terperosok di Tol Sumo

Sopir Bus Kramat Djati Terperosok Tol Sumo Alami Sesak Nafas, Polisi Sebut Sopir Bisa Jadi Tersangka

Sopir Bus Kramat Djati Terperosok Tol Sumo Alami Sesak Nafas, Polisi Sebut Sopir Bisa Jadi Tersangka.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Sudarma Adi
Dok. Sat PJR Ditlantas Polda Jatim
Terungkap penyebab kecelakaan bus Kramat Djati di Tol Sumo (Surabaya Mojokerto), Rabu (27/11/2019). 

Sopir Bus Kramat Djati Terperosok Tol Sumo Alami Sesak Nafas, Polisi Sebut Sopir Bisa Jadi Tersangka

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ditlantas Polda Jatim melakukan pemeriksaan terhadap sopir Bus Kramat Djati yang mengalami kecelakaan tunggal di Tol Surabaya-Mojokerto (Tol Sumo), Rabu (27/11/2019).

Pemeriksaan terhadap sopir yang bernama Masrur (42) warga Bulakamba Brebes, Jateng itu dilakukan oleh Unit Laka Lantas Polres Gresik.

Hal itu dimaksudkan untuk menguak penyebab pasti terperosoknya bus di dalam tebing parit tol sedalam 15 meter itu.

PENGAKUAN Penumpang Bus Kramat Djati Terperosok di Tol Sumo, Kaget Tiba-tiba Bus Menikung & Oleng

Bus Kramat Djati Terperosok di Tol Sumo, Ini Identitas Korban Tewas, Luka Berat dan Luka Ringan

TERBARU Jumlah Korban Kecelakaan Bus Kramat Djati yang Dirawat di RS Citra Medika, 1 Orang Meninggal

Kendati begitu, kepolisian masih akan tetap memprioritaskan proses perawatan kesehatan terhadap sang sopir.

Meskipun sang sopir selamat dari kecelakaan maut itu, sang sopir sempat mengeluh mengalami sesak nafas dan pusing kepala akibat benturan.

"Driver atau sopir diamankan Polres Gresik untuk pemulihan setelah itu kami pemeriksaan," kata Wadirlantas Polda Jatim AKBP Pranatal Hutajulu, pada awakmedia di ruangannya, Rabu (27/11/2019).

Ia memastikan, bus Kramat Djati bernopol B-7533-V itu yang mengangkut 32 orang penumpang itu dalam kondisi layak jalan.

"Dari kondisi bus sementara bus masih layak," jelasnya.

Hasil investigasi sementara yang dilakukan personelnya, ungkap Pranatal, insiden kecelakaan tunggal itu disebabkan human error yakni kondisi sopir saat mengemudikan bus dalam keadaan mengantuk.

Kendati begitu, pihaknya tak menutup kemungkinan bahwa sopir bisa ditetapkan sebagai tersangka atas insiden tersebut karena dinilai lalai.

"Sementara human error. Tidak menutup kemungkinan bisa jadi tersangka bila unsur kelalaian terbukti," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved