Negara Rugi Rp 391 Juta, Kanwil DJP Jatim II Serahkan Tersangka Pidana Pajak ke Kejari Bojonegoro

Penyidik pajak Kantor Wilayah DJP Jawa Timur II melalui Korwas PPNS Polda Jatim menyerahkan tersangka MNA alias D ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Konferensi Pers Kanwil DJP Jatim II serahkan tersangka pidana pajak ke Kejari Bojonegoro. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Penyidik pajak Kantor Wilayah DJP Jawa Timur II melalui Korwas PPNS Polda Jatim menyerahkan tersangka MNA alias D ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

Melalui konferensi pers yang digelar di Kanwil DJP Jatim II, Kepala Kanwil DJP Jatim II, Lusiani mengatakan, tersangka diserahkan kepada Kejari Bojonegoro pada Selasa (10/12/2019) lalu.

"Kita telah menyerahkan tersangka pidana pajak yaitu MNA alias D (48) yang merupakan warga Situbondo beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Bojonegoro pada Selasa (10/12/2019)," ujar Lusiani di hadapan para awak media, Rabu (11/12/2019).

Sindikat Pemalsu Dokumen Negara Diringkus, Tawarkan Jasa Pembuatan SIM, KTP dan Ijazah Via Online

Lusiani menjelaskan, sebelum dibawa ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro, tersangka terlebih dahulu dilakukan pengecekan kesehatan.

"Tersangka dicek kesehatannya di RS. Bhayangkara Bojonegoro. Dan hasilnya dinyatakan sehat dan siap untuk mengikuti proses penyerahan tahap II," jelas Lusiani.

Lusiani menyebut, tersangka merupakan direktur sebuah perusahaan konstruksi PT. Pla yang berada di Kabupaten Bojonegoro.

Karena Sabu-sabu, Adi Dwi Santoso Harus Gelar Akad Nikah di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

"Jadi tersangka ini mulai kurun waktu Januari hingga Desember 2016 telah melakukan tindak pidana perpajakan. Yaitu dengan sengaja tidak menyampaikan SPT masa PPN dan tidak menyetorkan PPN yang telah dipotong atau dipungut sehingga menimbulkan kerugian pendapatan negara," bebernya.

Akibat perbuatan tersangka ini, kerugian negara dari sektor perpajakan mencapai Rp. 391.838.720.

Sementara itu Pemeriksa Pajak Madya Kanwil DJP Jatim II, Susanto menjelaskan, bahwa pihaknya mengetahui kejahatan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan data.

Pelatih Persela Lamongan, Nil Maizar Waspadai Agresifitas Pemain Muda PSS Sleman

"Dari data yang ada tersebut, akhirnya kita mengetahui bahwa tersangka selama kurun waktu tahun 2016 telah melakukan tindak pidana perpajakan. Sehingga kita meminta KPP Pratama Bojonegoro untuk menyelidikinya," ungkap Susanto.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka melanggar UU No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 16 Tahun 2009 pasal 39 ayat (1) huruf c dengan ancaman pidana enam tahun penjara dan denda paling banyak 4 kali jumlah pajak terutang.

Persebaya Vs Arema FC, Milo Sebut Kekuatan Persebaya Surabaya di Lini Depan karena Tiga Pemain Asing

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved