Jalan Lain Tanpa Amputasi bagi Penderita Diabetes

Tak menyerah pada 'vonis' amputasi, Tutik Hasanah pilih pengobatan lain untuk sembuhkan luka di kakinya akibat diabetes. Pilihan jatuh pada Pediscare.

Tayang:
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Ahmad Hasyim Wibisono bersama pasiennya. 

Ketika menempuh studi master di Universitas Indonesia (UI) Hasyim gelisah.

Pasalnya, Indonesia menempati peringkat keenam penderita diabetes terbanyak di dunia.

Parahnya, komplikasi luka diabetes menjadi masalah tanpa solusi. Hingga amputasi, dinilai sebagai pilihan terbaik.

Ahmad Hasyim Wibisono tak sepakat dengan pilihan itu.

Dia lantas mengikuti pelatihan khusus penanganan luka kronis kepada pasien diabetes di Bogor.

“Dan benar, perawatan luka diabetes tak bisa disamakan dengan luka-luka lain yang hanya dibersihkan lalu diberi antibiotik,” kata Ahmad Hasyim Wibisono, Minggu (22/12/2019).

Berbekal pengetahuannya, Ahmad Hasyim Wibisono akhirnya mendirikan sebuah klinik yang ia namai Pediscare di tahun 2015. Hadirnya Pediscare, memberi harapan bahwa pasien diabetes tak harus kehilangan kaki.

Hingga kini kata Ahmad Hasyim Wibisono, Pediscare telah menangani lebih dari 200 pasien dengan luka kronis yang parah.

14 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 dari 12 Lokasi, Polda Jatim Perkuat Keamanan di Tahun 2020

Kencang Dirumorkan Bakal Gabung ke Persebaya Surabaya, Arif Satria: Ada 7 Tim yang Mendekat

Hasyim saat berada di depan kliniknya, Pediscare di jalan Mayjend Panjaitan, Kota Malang.
Hasyim saat berada di depan kliniknya, Pediscare di jalan Mayjend Panjaitan, Kota Malang. (TribunJatim.com/Aminatus Sofya)

Beberapa di antaranya bahkan telah divonis agar kakinya diamputasi.

“Sering kali yang ke sini itu karena sudah RS A sudah nggak sanggup. Beralih ke RS B malah lebih buruk. Kondisi lukanya sudah parah bahkan kelihatan tulang. Tapi kami tetap treatment, kami rawat,” ujar dia.

Ahmad Hasyim Wibisono menilai, perawatan luka kronis kepada pasien diabetes di Indonesia masih sangat buruk.

Tenaga medis di RS masih menggunakan metode konservatif dan memberikan obat yang tidak sesuai,

“Padahal kalau dirawat dengan bagus, tingkat kesembuhannya tinggi dan tidak perlu diamputasi,” ucapnya.

Perjalanan Ahmad Hasyim Wibisono dengan Pediscare tak sepenuhnya mulus apalagi di tahun pertama.

Tiga bulan setelah kliniknya buka, tak seorang pasien pun datang.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved