Jalan Lain Tanpa Amputasi bagi Penderita Diabetes
Tak menyerah pada 'vonis' amputasi, Tutik Hasanah pilih pengobatan lain untuk sembuhkan luka di kakinya akibat diabetes. Pilihan jatuh pada Pediscare.
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Elma Gloria Stevani
Hasyim berkeinginan Pediscare menjadi rumah bagi semua pasien dengan luka kronis. Tak peduli dia kaya atau miskin.
Pasein yang ditangi oleh Pediscare memang mayoritas berasal dari masyarakat ekonomi lemah. Ketika datang, luka pada kaki sudah membusuk hingga menyisakan tulang.
“Tapi hati nurani kami kan nggak mungkin nggak diobati. Harus tetap ditolong,” kata Ahmad Hasyim Wibisono.
Pediscare akhirnya berusaha menggalang bantuan bagi pengobatan pasien miskin melalui seminar amal.
Uang pendaftaran seminar, dimasukkan ke dalam kas yang nantinya menjadi dana talangan perawatan masyarakat tak mampu.
Hasyim mengakui bahwa tarif berobat ke Pediscare lebih mahal dari RS.
Apalagi, perawatan luka kronis penderita diabetes tidak dicover BPJS Kesehatan.
“Tapi dengan dana talangan itu kami tetap bisa menjangkau pasien dari keluarga tak mampu. Sampai sekarang,” ujarnya.
Dosen di Universitas Brawijaya ini berharap semakin banyak orang yang bisa dijangkau oleh Pediscare.
Yang terbaru, Pediscare meluncurkan program homecare dan caregiver, sebuah layanan perawatan luka bagi penderita diabetes di rumah.
Kata Hasyim, banyak hal yang bisa dikerjakan seorang perawat.
“Jadi nggak cuma kerja di rumah sakit. Tapi juga bisa bermanfaat di luar itu,” pungkas Ahmad Hasyim Wibisono.
• Pemprov Segera Bentuk PPMO untuk Realisasikan 218 Proyek Percepatan Pembangunan di Jatim
• Nasibnya Belum Jelas, Aryn Williams Masih Ingin Bela Persebaya Surabaya Musim Depan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ahmad-hasyim-wibisono.jpg)