Jamur Raksasa di Magetan

Heboh Warga Magetan Temukan Jamur Raksasa di Rumpun Bambu, Diameter 1,5 Meter & Kondisi Tetap Segar

Heboh Warga Magetan Temukan Jamur Raksasa di Rumpun Bambu, Diameter 1,5 Meter & Kondisi Tetap Segar.

SURYA/DONI PRASETYO
Aparat dari Polsek dan Koramil Plaosan terpaksa ikut ikutan mengamankan jamur raksasa yang ditemukan di rumpun bambu di Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, sekitar empat hari lalu, dari tangan tangan jahil orang tidak bertanggungjawab. 

Heboh Warga Magetan Temukan Jamur Raksasa di Rumpun Bambu, Diameter 1,5 Meter & Kondisi Tetap Segar

TRIBUNMAGETAN.COM, PLAOSAN - Jamur raksasa ditemukan warga di rumpun bambu Dukuh/Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan dalam kondisi masih segar.

Jamur raksasa ini tidak hanya satu, ada satu yang besarnya sama dengan jamur pertama, yang lain masih kecil kecil banyak menyebar di kebun bambu itu.

Ini mungkin bukan jamur raksasa yang ditemukan warga, sebelumnya tahun 2009 lalu di Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, atau kurang lebih satu kilometer dari jamur raksasa yang sekarang, memiliki besar dan tinggi hampir sama.

Banyak Alat Deteksi Tanah Longsor di Gunung Lawu Rusak, Pantauan Dini di Magetan Tak Maksimal

Nasib Pilu Bocah 12 Tahun Tewas Tertabrak Mobil Jasa Uang di Magetan, Hal Lain Bikin Warga Berjubel

Cidera, Empat Pendaki Gunung Lawu di Magetan Dievakuasi , Seorang Mengalami Hipotermia

Menurut Sugito, jamur raksasa berdiameter kurang lebih 1,5 meter dengan tinggi sekitar 60 centimeter ini pertama kali dilihat pencari rumput warga Desa Pacalan, Plaosan, Magetan.

"Jamur raksasa ini ditemukan 3 hari lalu oleh Mbah Mingan, saat mencari rumput di kebun bambu tempat jamur raksasa ditemukan,"ujar Sugito warga setempat yang kemudian diajak Mbah Mingan membuat jalan untuk warga bila ingin melihat jamur raksasa itu.

Saat ditemukan, tambah Sugito, jamur raksasa itu ada dua, yang kecil kecil sebesar piring belum tambuh. Baru sehari kemudian yang kecil kecil tumbuh di sekitar jamur raksasa itu.

"Sejak ditemukan, warga disini dan luar desa mulai membajiri tempat jamur raksasa ini tumbuh. Tapi sayang sejak kedatangan warga itu, jamur raksasa banyak dirusak,"kata Sugito.

Dikatakan Sugito, untuk menjaga agar jamur raksasa tetep utuh sesuai aslinya, aparat dari Koramil dan Polsek Plaosan ikut menjaga jamur raksasa yang oleh warga setempat disebut jamur Barat.

"Dengar dengar jamur raksasa ini dimakan tidak apa, maksudnya tidak beracun. Tapi warga setempat belum ada satu pun yang berani mencoba makan jamur raksasa ini,"kata Sugito.

Sejak ditemukan jamur raksasa itu, pria berkumis tipis ini setia menjaga jamur yang baru pertama dilihatnya itu.

Karena jamur raksasa itu berada di kebun bambu tak bertuan, warga dan aparat secara bergiliran menjaga jamur raksasa yang warnanya putih kecoklatan dan tebal lembaran jamurnya.

"Kalau jamur biasa, dua hari sudah layu, coklat kehitaman, kemudian mati. Kalau jamur raksasa ini sudah empat hari ini, tambah segar. Bahkan di sekitarnya tumbuh lagi jamur jamur yang kelihatanya juga akan melebar dan menjadi jamur raksasa,"pungkas Sugito.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved