Dugaan Polisi Jika Pelaku Curanmor Honda Beat Ada 2 Orang, Sering Beraksi di Lowokwaru Malang
Motor milik Ari Ramadhani hilang ketika terparkir di sebuah toko handphone di Jalan Raya Gajayana RT 2 RW 1 Kelurahan Ketawang Gede, Kecam
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Elma Gloria Stevani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ari Ramadhani harus kehilangan sebuah sepeda motor Honda Beat berwarna putih dan bernomor polisi (nopol) N 5807 EET.
Motor milik pria berusia 23 tahun itu hilang ketika terparkir di sebuah toko handphone di Jalan Raya Gajayana RT 2 RW 1 Kelurahan Ketawang Gede, Kecamatan Lowokwaru.
Tanpa berpikir panjang, warga yang tinggal di Jalan Anwar Sanusi, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang itu langsung melapor pencurian sepeda motor yang dialaminya ke Polsek Lowokwaru.
Kanit Reskrim Polsek Lowokwaru, AKP M. Roichan menduga pelaku curanmor yang membawa kabur sepeda motor Honda Beat berwarna putih berjumlah lebih dari satu orang, Kamis (9/1/2020).
"Biasanya pelaku curanmor sering melakukan aksinya lebih dari satu orang. Di mana satu pelaku berperan sebagai eksekutor yaitu mengambil sepeda motor korban. Sedangkan, pelaku lainnya bertugas mengawasi keadaan lingkungan sekitar sambil juga membawa sepeda motor. Untuk berjaga jaga dimana bila ketahuan, pelaku dapat langsung segera melarikan diri dari lokasi kejadian," jelasnya.
AKP M. Roichan menerangkan, bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap rekaman CCTV pencurian tersebut.
• Tiga Atap Kelas di MIN 1 Pasuruan Ambruk, Respons Kepsek: Kami Kosongkan Kelas Karena Plafon Retak
• KRONOLOGI Ambruknya Tiga Atap Kelas di MIN 1 Pasuruan, Kepsek Sudah Curiga Sejak Dengar Suara Bruk
Namun, dirinya memperkirakan bahwa pelaku curanmor ini sering melakukan aksinya di wilayah Kecamatan Lowokwaru.
"Kami menduga pelaku ini biasa beraksi di wilayah Kecamatan Lowokwaru. Dan kemungkinan pelaku curanmor ini merupakan jaringan yang berbeda dengan pelaku curanmor yang terekam cctv di wilayah Kecamatan Blimbing. Namun untuk pastinya, kita masih terus melakukan penyelidikan," ungkapnya.
AKP M. Roichan menambahkan, bahwa Polsek Lowokwaru akan mengintensifkan patroli pengawasan.
Apalagi di wilayah Kecamatan Lowokwaru banyak tempat kos untuk mahasiswa.
• Curanmor di Kota Malang, Pelaku Lancar Utak-atik Lubang Kunci Motor, Honda Beat Raib di Parkiran
• Tetap Berseragam Persebaya, Irfan Jaya Akui Dapat Banyak Tekanan Usai Batal Gabung PSM Makassar
"Selain itu, kita juga meminta kepada para pemilik kendaraan bermotor untuk lebih mengawasi keberadaan kendaraannya. Dan lengkapi dengan kunci ganda atau apabila memungkinkan, dipasang alat GPS Tracker agar posisi kendaraan dapat mudah terlacak," tambahnya.
Sementara itu, seorang pemilik usaha pembuatan kunci duplikat, Andre Alfian mengungkapkan, bahwa kunci kontak bermagnet masih belum sepenuhnya dapat menjaga keamanan sepeda motor dari pelaku kejahatan.
"Tidak 100 persen aman karena pelaku curanmor masih dapat menjebol kunci kontak bermagnet. Apalagi kalau pelaku sudah profesional melakukannya, tidak sampai 1 menit kendaraan sudah dapat dibawa kabur," bebernya.
Pria yang telah bergelut dengan dunia kunci duplikat selama 5 tahun lebih itu menambahkan bahwa cara yang paling aman adalah memberikan kunci ganda tambahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/saksi-mata-saat-menunjukkan-lokasi-persis-hilangnya-sepeda-motor-korban.jpg)