Breaking News:

Akal Bulus Nenek Tua Jember Ngaku Diperkosa, Polisi Terkecoh Dalamannya, Fakta: Sandiwara Bunuh Diri

Seorang nenek tua di Jember mengarang sandiwara diperkosa ternyata semua karena ia ingin bunuh diri karena terlilit utang piutang.

Kolase Tribunnews.com, TribunJatim.com
Viral kasus nenek di Jember sandiwara diperkosa tapi ternyata berniat untuk bunuh diri 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang nenek tua di Jember bernama Sumirtuk berusia 60 tahun sempat membuat pusing kepolisian.

Cerita licik dan aksi piciknya ini menjadi sesuatu yang menarik untuk diulas.

Nenek Sumirtuk tinggal seorang diri dan merasa hidupnya begitu pilu hingga akhirnya berniat bunuh diri.

Namun, pada akhirnya upaya bunuh diri itu pun gagal.

Takdir Miris Pernikahan Kakek Konglomerat & Gadis Beda 57 Tahun Pernah Viral, Hanya Indah di Awal

Bagaimana cerita selengkapnya? Simak berikut:

Semua dilatarbelakangi kondisi Nenek Sumirtuk yang pusing karena memikirkan utang.

Nenek asal Desa/Kecamatan Umbulsari, Jember, Nenek Sumirtuk (60) berupaya bunuh diri.

Tetapi, agar tak tampak seperti bunuh diri, Nenek Sumirtuk yang sudah sepuh tersebut mengarang cerita.

Ia bahkan berhasil menyusun barang bukti dengan rapi agar tampak seperti diperkosa.

Nenek Sumirtuk mengarang cerita menjadi korban pemerkosaan dan penganiayaan.

Keterangan palsu yang dibuat oleh Nenek Sumirtuk berhasil diungkap jajaran Polsek Umbulsari, Jumat (10/1/2020).

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat menanyai nenek Sumirtuk saat di Mapolres Jember, Jumat (10/1/2020)
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat menanyai nenek Sumirtuk saat di Mapolres Jember, Jumat (10/1/2020) (SURYA/SRI WAHYUNIK)

Cerita dan Keterangan Palsu Nenek Sumirtuk

Peristiwa dugaan perkosaan, dan penganiayaan itu pun membikin gempar ketika itu.

Sejumlah media, termasuk Surya & TribunJatim.com menuliskan peristiwa itu.

Kepada polisi, Nenek Sumirtuk mengaku diperkosa oleh seorang laki-laki.

Selain itu, perempuan itu juga diduga menjadi korban penganiayaan.

Sebab ada luka akibat benda tajam di lehernya.

Ilustrasi pemerkosaan gadis di bawah umur.
Ilustrasi pemerkosaan gadis di bawah umur. (keralakaumudi.com)

Video Hotman Paris Pamerkan Sikap Jokowi Soal Natuna Jadi Viral, Komentar Denny Cagur Ramai Reaksi

Kronologi

Tetangganya menemukan tubuh Nenek Sumirtuk di kamar tidurnya sekitar pukul 05.00 WIB, 4 Desember 2019.

Ada bercak darah ditemukan di sekitar leher dan tubuhnya.

Bercak darah itu juga berceceran sampai di kasur dan sekitar tubuh sang nenek.

Tetangga yang saat itu menjadi saksi pertama menemukan luka senjata tajam ada di lehernya.

VIRAL Curhatan MUA, Suaminya Direbut Adik Sendiri, Selingkuh Saat Sedang Hamil, Menikah Diam-diam

Tetangga pun langsung memberitahu tetangga lain dan jajaran Polsek Umbulsari.

Petugas langsung membawanya ke Puskesmas Umbulsari untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Dia kemudian dirujuk ke RSD dr Soebandi.

Dalam pemeriksaan, perempuan itu mengaku menjadi korban perkosaan dan penganiayaan.

Saat pemeriksaan di TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti, satu di antaranya sebuah celana dalam.

Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan (Istimewa)

Dalam pemeriksaan awal kepada Sumirtuk, perempuan itu mengaku menjadi korban kekerasan seksual dan penganiayaan.

Keterangan Sumirtuk, dan barang bukti yang ditemukan seakan-akan mendukung.

Namun dari pemeriksaan visum dokter, tindak kekerasan seksual itu terbantahkan.

Hingga akhirnya, polisi melakukan pemeriksaan intesif kembali, dan memeriksa TKP juga.

VIRAL ART Siksa Anak Majikan, Video 33 Detik Rekam Kekejamannya, Wajah Dibekap hingga Tubuh Terikat

Cerita Palsu Diungkap Polisi

Namun ternyata, setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, polisi mendapati perempuan itu mengarang cerita.

"Kami lakukan pemeriksaan secara intensif, juga mengacu kepada hasil visum dokter."

"Hasil visum menyebutkan tidak ada tindak kekerasan seksual yang terjadi kepada yang bersangkutan," ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat konferensi pers di Mapolres Jember, Jumat (10/1/2020).

Berdasarkan hasil visum dokter itulah, polisi kembali melakukan pemeriksaan intensif.

Polisi kembali meminta keterangan kepada Sumirtuk.

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat menanyai nenek Sumirtuk saat di Mapolres Jember, Jumat (10/1/2020)
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat menanyai nenek Sumirtuk saat di Mapolres Jember, Jumat (10/1/2020) (SURYA/SRI WAHYUNIK)

Polisi juga kembali memeriksa tempat kejadian perkara, yakni kamar di rumah Sumirtuk.

Dari pemeriksaan itu, lanjut Alfian, polisi menemukan indikasi percobaan bunuh diri.

Polisi menduga kuat, kalau Sumirtuk terluka dalam kondisi duduk.

Orang yang melukai lehernya adalah dirinya sendiri.

"Karena kalau dilukai orang lain dalam posisi dia tidur telentang, maka aliran darah yang keluar dari lukanya tidak ke tempat yang jejaknya kami temukan."

"Aliran darah itu harusnya ke belakang (merembes ke sakitar leher bagian belakang), tetapi ini tidak," imbuh Alfian.

Kejanggalan tersebutlah yang membuat polisi kembali memeriksa Sumirtuk.

TERKUAK Sebab Tewasnya Nenek Madura di Belakang BKMG Kalianget, Terpeleset Saat Kondisi Jiwa Labil

Mengakui Cerita

Belakangan, akhirnya sang nenek pun megnaku bahwa dirinya lah yang melukai diri sendiri.

"Ternyata yang bersangkutan mencoba bunuh diri dengan melukai dirinya sendiri dalam kondisi duduk."

"Namun tidak berhasil sampai akhirnya membuat keterangan palsu telah menjadi korban kekerasan seksual dan penganiayaan," lanjut Alfian.

Motif Nenek Sumirtuk

Nenek Sumirtuk ternyata mengakui semua perbuatan itu didasari karena terlilit hutang Rp 10 juta sampai akhirnya nekat bunuh diri.

Sumirtuk mengaku memiliki utang sampai Rp 10 juta.

Dia berutang kepada empat orang tetangganya. Nilai pinjaman uang beragam, yakni Rp 4 juta, Rp 3 juta, Rp 2 juta, dan Rp 1 juta.

Perempuan yang hidup seorang diri itu mengaku berutang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

"Ya untuk makan," ujarnya lirih saat di Mapolres Jember, Jumat (10/1/2020).

ilustrasi
ilustrasi ()

Hutangnya yang menumpuk membuatnya kelimpungan untuk melunasi utang tersebut.

Perempuan sepuh yang bekerja pada tetangganya yang memiliki warung nasi itu, akhirnya berpikiran untuk mengakhiri hidupnya.

Dia pun nekat bunuh diri.

Berdasarkan keterangannya kepada polisi, dia melukai lehernya memakai pisau dapur.

Dia melukai lehernya sambil duduk.

Luka sayatan di lehernya, membuatnya pingsan. (Sri Wahyunik)

Penulis: Ignatia
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved