Panitia Angket Undangan GTT Karena Diduga Dirugikan Ketiadaan Penerimaan CPNS di Jember

Panitia Angket DPRD Jember mengundang guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Jember untuk memenuhi rapat sidang Panitia Angket di gedung dewan,

sri wahyunik/surya
Sejumlah GTT dan PTT menggelar doa bersama sebelum memenuhi undangan Panitia Angket DPRD Jember, Rabu (15/1/2020) 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Panitia Angket DPRD Jember mengundang guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Jember untuk memenuhi rapat sidang Panitia Angket di gedung dewan, Rabu (15/1//2020).

Ratusan orang GTT, ditambah pegawai tidak tetap (PTT) dan didampingi pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember memenuhi undangan tersebut.

Tak pelak, gedung DPRD Jember dibanjiri oleh GTT dan PTT yang berseragam PGRI, batik hitam putih. Ketua Panitia Angket DPRD Jember Tabroni mengungkapkan alasan kenapa pihaknya mengundang GTT.

"Saat memakai Hak Interpelasi, daftar pertanyaan kami adalah tidak dapatnya kuota CPNS oleh Kabupaten Jember di tahun 2019. Kami melihat, ada masyarakat yang dirugikan ketika Kabupaten Jember tidak mendapatkan kuota rekruitmen CPNS tersebut. Salah satunya GTT, sehingga kami mengundang mereka. GTT ini perwakilan masyarakat," ujar Tabroni kepada Surya usai rapat bersama GTT, Rabu (15/1/2020) sore.

Setelah mendengarkan penuturan para GTT, juga pengurus PGRI, kata Tabroni, pihaknya mendapatkan banyak temuan.

"Ternyata Kabupaten Jember tidak mendapatkan kuota lowongan CPNS tahun 2019 itu sangat berdampak kepada GTT di Kabupaten Jember. Sampai beberapa dari mereka harus mengikuti rekruitmen di kabupaten tetangga," tegas Tabroni kepada Tribunjatim.com.

Pria Berjaket Hitam Gondol 3 HP Karyawan Warung Ayam Geprek di Mojokerto, Aksinya Terekam CCTV

Penuhi Undangan Panitia Angket, Ratusan GTT dan PTT Jember Gelar Aksi Simpatik

Ketua DPD RI dan Dubes Rusia Perkuat Kerjasama Sambut 70 Tahun Hubungan Bilateral RI-Rusia

Para GTT dan pengurus PGRI Jember juga mengungkapkan, dampak ketiadaan penerimaan CPNS tahun 2019 di Kabupaten Jember.

"Kesempatan yang bisa dimiliki oleh GTT akhirnya terbuang. Saya sebut data, untuk tahun 2018 ketika ada penerimaan CPNS, ratusan GTT, sekitar 400an orang GTT memiliki peluang jadi PNS. Ditambah 750 orang dipekerjakan memakai sistem P3K (Pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Total dalam satu kali ada kuota penerimaan, sekitar 1200 orang GTT bisa mendapatkan peluang lebih baik melalui rekruitmen CPNS dan P3K," kata Ketua PGRI Jember Supriyono kepada Tribunjatim.com.

Namun kesempatan itu, tegas Supriyono, terbuang ketika Kabupaten Jember tidak mendapatkan kuota penerimaan CPNS di tahun 2019.

Pri menegaskan, Jember satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang tidak mendapatkan kuota tersebut. PGRI dan Asosiasai GTT PTT Jember tentu saja kaget ketika tidak ada penerimaan CPNS di tahun 2019 lalu.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved