Machfud Arifin Diusung PKB, Inilah Figur PDIP Jadi Kandidat Kuat Lawan PKB di Pilkada Surabaya 2020
Inilah deretan figur PDIP yang disebut sebagai kandidat kuat di Pilkada Surabaya 2020 menyaingi Machfud Arifin.
Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Arie Noer Rachmawati
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pilkada Surabaya 2020 semakin memanas, beberapa tokoh baru muncul untuk bersaing duduk di kursi nomor satu di Surabaya.
Di antaranya Machfud Arifin, yang memposisikan dirinya sebagai kandidat kuat sebagai calon lawan dari PDIP di Pilkada Surabaya 2020.
Meski begitu, dari PDIP masih belum mengerucut siapa figur yang bakal maju di Pilkada Surabaya.
• Golkar Masukkan Nama Gus Hans Dalam Negosiasi Koalisi di Pilkada Surabaya 2020
Beberapa figurnya antara lain Untung Suropati, Sutjipto Joe Angga, Eri Cahyadi, Whisnu Sakti Buana, Armuji, Dyah Katarina, hingga Puti Guntur Soekarno digadang-gadang menjadi kandidat kuat di Pilwali Surabaya 2020 dari PDIP.
Tak bisa dipungkiri nama Machfud Arifin membuat peta politik di Pilkada Surabaya 2020 cukup berubah.
Namun aktivis dari Relawan Semanggi Suroboyo Radit Anggara menilai PDIP tampaknya tak gentar akan figur tersebut.
"Banyak figur di PDIP yang elektabilitasnya mengungguli Pak Machfud, jadi peluang kompetisi yang seru terbuka lebar," ujar Radit, Rabu (29/1/2020).
Ia menambahkan, kader internal PDIP yang punya ikatan kuat dengan konstituen setia PDIP tentu yang akan menangkan suara PDIP di Surabaya.
"Pak Whisnu Sakti, Pak Joe Angga, dan Pak Armuji saya pikir yang paling berpeluang, Ini penilaian subyektif saya, tapi dalam politik banyak hal bisa terjadi. Apalagi untuk melawan Pak Machfud PDIP butuh orang yang tangguh, yang paham Surabaya, dan paham seluk-beluk politik Surabaya," pungkas Radit.
• Habib Zein Al-Kaff Dukung Machfud Arifin Jadi Wali Kota Surabaya, Sosoknya Supel dan Pekerja Keras
Sementara itu, Ketua Swara Oedjoeng Galoeh (SOG) Felly Ponto menyadari jika adanya potensi munculnya lawan berat bagi PDIP di Surabaya.
Kejutan itu datang dari PKB yang merekomendasikan Machfud Arifin yang juga mantan Kapolda Jatim itu sebagai Calon Wali Kota Surabaya.
"Awalnya saya nebak PDIP dan PKB bakal ngusung kader PDIP sebagai cawali. Karena selama ini dua partai ini selalu kompak, tapi ternyata kali ini beda. Nggak masalah, ini alam politik yang sehat dan terbuka, toh PDIP juga punya stok kader yang bagus-bagus," jelas Felly.
• PDIP Diprediksi Pengamat Tak Respons Deklarasi Machfud Arifin Dalam Waktu Dekat, Tunggu Calon Wawali
Felly yang juga mantan relawan Jokowi-Ma'ruf itu melihat peluang PDIP cukup lebar karena tiga faktor.
Pertama, Surabaya merupakan basis massa PDIP, kedua sejak pasca reformasi Surabaya punya tradisi kuat menangkan Pilkada Surabaya.
Ketiga, bonus demografi milenial Surabaya mayoritas berideologi pancasila dan nasionalis.
• PPP Minta Parpol Tak Paksakan Nama Calon Wakil Wali Kota Surabaya Pendamping Machfud Arifin
"Peluang PDIP sangat besar, tidak terpengaruh Pak Machfud, ini bukan karena saya simpatisan PDIP, tapi obyektif aja. Surabaya kandang banteng. Plus, PDIP bisa didukung juga partai-partai nasionalis lain seperti PSI atau Golkar.
Felly juga menyebut sosok Eri Cahyadi, Joe Angga punya pergerakan yang cukup signifikan dalam Pilkada Surabaya 2020.
"Pak Eri Cahyadi kuat sekali di banyak komunitas, begitu juga Pak Angga, beliau diam-diam tapi sepertinya bergerak siginifikan. Banyak gagasan Pak Angga di media yang menarik simpati masyarakat, terutama janji membebaskan surat ijo. Kita tunggu aja," tambahnya.
• Abdul Halim Iskandar Doakan Machfud Arifin Jadi Wali Kota Surabaya Dua Periode, Kita Sukseskan
Di sisi lain, Felly menyebut nama-nama di luar PDIP yang juga punya peluang dan akseptabilitas dalam Pilkada Surabaya 2020, yaitu Gus Hans, Dhimas Anugrah, Dwi Astutik, dan M Sholeh.
"Gus Hans kuat akspetabilitasnya, Cak Dhimas Anugrah juga besar dan stabil pengaruhnya di arus bawah, Bu Dwi Astutik juga kuat, Cak Sholeh juga," pungkas Felly.
Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Arie Noer Rachmawati