Peredaran Narkoba di Kecamatan Menganti dan Driyorejo Kabupaten Gresik Masuk Zona Merah

Peredaran narkoba di wilayah Gresik selatan mengkhawatirkan. Banyak pengedar diamankan Korps Bhayangkara.

Peredaran Narkoba di Kecamatan Menganti dan Driyorejo Kabupaten Gresik Masuk Zona Merah
Willy Abraham/Tribunjatim
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo dan Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno mengangkat barang bukti sabu dan uang tunai saat konferensi pers di Mapolres Gresik, Kamis (12/12/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Gresik selatan mengkhawatirkan. Banyak pengedar diamankan Korps Bhayangkara.

Dari pengakuan para budak narkoba yang menjadi pengedar di wilayah Kecamatan Menganti, Kecamatan Driyorejo para pembelinya adalah generasi muda. Kemudian pekerja pabrik.

Terbaru, salah seorang pengedar sabu bernama Arip warga Krian rela kos di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo. Dia menjadi pengedar dan para pembelinya pekerja pabrik.

Sedangkan beberapa waktu lalu, giliran Polsek Menganti yanga menangkap budak sabu usai mengkonsumsi sabu di tempatnya bekerja.

Selama ini, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik ternyata belum pernah melakukan tes urine pekerja pabrik di Menganti maupun Driyorejo.

Identitas Istri Antar Suami Nikah Lagi di Video Viral, Si Pria Pimpinan Ponpes, Simak Klarifikasinya

Nekat Pria Sampang Bawa Lari Uang Puluhan Juta Milik Bosnya, Buat Bekal 3 Tahun Tinggal di Malaysia

Tiket Persebaya Vs Sabah FA Ludes Terjual, Antrean Penukaran di Persebaya Store Sutos Mengular

Kepala BNNK Gresik, AKBP Supriyanto mendengar sejumlah pengedar di dua kecamatan yang masuk wilayah Gresik Selatan telah diamankan polisi.

Dia mengatakan, selain belum melakukan tes urine ke sejumlah pekerja pabrik disana. Pihaknya juga belum pernah melakukan sosialisasi.

"Pihak perusahaan belum pernah koordinasi. Kalau diminta untuk sosialisasi tentu siap," ujarnya kepada Tribunjatim.com, Jum'at (7/2/2020).

BNNK dalam waktu dekat akan menggelar tes urine. Sasarannya, para pekerja pabrik. Dia masih menutupi perusahaan mana yang akan dilakukan tes tersebut.

"Kapan tesnya ? Tunggu saja. Yang jelas dalam waktu dekat," katanya kepada Tribunjatim.com.

Menurut Supriyanto, kedua Kecamatan Menganti, Kecamatan Driyorejo adalah nilai peredaran narkobanya sangat tinggi di Gresik. Sama halnya dengan kecamatan lain di Gresik seperti Cerme, Benjeng dan Balongpanggang.

"Disana memang zona merah peredaran narkoba," ucapnya.

Sekadar informasi, Satreskoba Polres Gresik menangkap sejumlah budak narkoba jenis sabu di dua wilayah itu. Para pengedarnya masing-masing profesi, mulai dari sopir truk ayam, pekerja pabrik hingga pemuda pengangguran menjalani bisnis ini.

Sabu yang mereka dapat dari sejumlah daerah seperti Surabaya, Madura bahkan Sidoarjo. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved