Perundungan di SMPN Kota Malang

BREAKING NEWS: Polresta Malang Kota Tetapkan 2 Tersangka Kasus Perundungan Pada Siswa SMP Malang

Polresta Malng Kota menetapkan dua tersangka dalam kasus perundungan atau bullying yang menimpa seorang siwa SMPN 16 Malang.

BREAKING NEWS: Polresta Malang Kota Tetapkan 2 Tersangka Kasus Perundungan Pada Siswa SMP Malang
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kapolres Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat melakukan konferensi pers ungkap kasus perundungan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Polresta Malng Kota menetapkan dua tersangka dalam kasus perundungan atau bullying yang menimpa seorang siwa SMPN 16 Malang berinisial MS (13).

Kapolres Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 23 saksi.

"Saksi yang telah kita periksa adalah dari pihak pelapor, keluarga korban, Disdikbud Kota Malang, pihak sekolah, dokter yang merawat korban, dan siswa sebanyak 10 anak. Dan dari hasil penyidikan para saksi dan hasil visum, kita tetapkan dua tersangka yaitu WS dan RK," ujar Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada awak media dalam rilis ungkap kasus perundungan di Mapolres Malang Kota, Selasa (11/2/2020).

Mobil Hanyut yang Terbawa Arus Banjir di Jalan Simpang Piranha Atas Kota Malang Berhasil Dievakuasi

Risma Pastikan Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, November Semua Fasilitas Rampung

Produksi Bawang Putih di Jawa Timur Masih Minus, Pemerintah Lakukan Program Perluasan Areal Tanam

Launching Posko Pemenangan, Ning Lia Pilih Lokasi di Tengah Pemukiman Padat Penduduk

Cegah Virus Corona, Bupati Tulungagung Kirim 4000 Masker untuk Pekerja Migran di Hongkong

Aksinya Terekam CCTV, Pria Misterius Curi Handphone di Depot Mie Pangsit Saat Pemilik Mengisi Daya

Kombes Pol Leonardus Simarmata menjelaskan, bahwa kedua tersangka merupakan pelajar di SMPN 16.

"Untuk tersangka WS merupakan pelajar kelas 8 sedangkan tersangka RK pelajar kelas 7. Dan para tersangka ini ikut terlibat langsung dalam kejadian tersebut. Jadi tersangka ikut memegang korban lalu menjatuhkannya ke paving serta juga kembali mengangkat korban dan menjatuhkan ke tanaman," jelasnya.

Akibat perbuatannya tersebut, para tersangka terancam pasal 80 ayat 2 UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara selama lima tahun.

"Namun kita tidak melakukan penahanan kepada tersangka. Dan tersangka sendiri masih tetap dapat bersekolah. Meski begitu tersangka tetap dilakukan pendampingan baik dari P2TP2A dan Dinsos Kota Malang," bebernya.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap kasus ini.

"Karena dimungkinkan masih ada tersangka lainnya. Dan kita tetap berkomitmen untuk terus melakukan penyidikan hingga jelas seluruhnya," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan

Editor: Elma Gloria Stevani

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved