Jalan Protokol di Kota Jember Ambles

Anggaran Perbaikan Jalan Sultan Agung Jember Sebesar Rp 13 Miliar Diperkirkan Tidak Cukup

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan dana Rp 13 miliar untuk perbaikan jalan nasional di Jalan Sultan Agung, Jember.

TRIBUNJATIM.COM/SRI WAHYUNIK
Jalan dan bangunan ambrol di Jl Sultan Agung, Jember, Senin (2/3/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan dana Rp 13 miliar untuk perbaikan jalan nasional di Jalan Sultan Agung, Jember.

Anggaran itu berasal dari APBN tahun anggaran 2020. Anggaran tersebut melekat di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII di Surabaya.

Dana itu dianggarkan ketika pembahasan APBN 2020 di tahun 2019. Dana itu dianggarkan sebab sejak tahun 2019, sudah diketahui ada penurunan aspal di jalan tersebut. Aspal tidak hanya turun, namun juga terjadi keretakan di jalan sepanjang sekitar 60 meter di lajur selatan Jalan Sultan Agung.

Karenanya di tahun 2020 ini, pemerintah pusat menganggarkan perbaikan jalan tersebut. Jalan itu akan diperbaiki di tahun 2020 ini. Berdasarkan jadwal kerja, penanganannya akan dilakukan dalam rentang waktu Maret - Agustus 2020.

Namun kegiatan perbaikan belum dilakukan, jalan tersebut amblas. Amblasnya jalan itu juga disertai ambruknya 10 unit ruko di Pertokoan Jompo. Ruko yang ambruk itu merupakan aset Pemkab Jember.

10 Ruko Pertokoan Jompo di Jalan Protokol Kota Jember Ambles, Polda Jatim Kirim Tim Khusus

BBPJN VIII: Jalan Protokol Jember yang Ambles Retak Sejak 2017, Ada Anggaran Rp 10 M Tak Terserap

Kepala BBPJN VIII Achmad Subki membenarkan anggaran perbaikan Rp 13 miliar di ruas jalan tersebut.

"Ya, anggaran itu sudah ada. Alokasinya untuk perbaikan jalan sepanjang 100 meter," ujar Subki kepada Tribunjatim.com, Rabu (4/3/2020).

Pihak BBPJN juga akan mengembalikan lebar jalan tersebut seperti semula, yakni selebar 21 meter. Untuk perbaikan jalan itu, pihak BBPJN sudah meminta kepada Pemkab Jember untuk membersihkan bangunan di sisi selatan Jalan Sultan Agung. Sebab kawasan itu akan terkena dampak perbaikan jalan tersebut.

Belum lagi secara aturan, mengacu ke Peraturan Menteri PUPR Tahun 2015 tentang pembangunan di sempadan sungai, seharusnya tidak ada bangunan di sisi selatan jalan tersebut. Di sisi lain, pondasi bangunan itu juga sudah longsor di beberapa bagian.

Namun ketika semua kegiatan belum berlangsung, jalan sudah keburu amblas, dan ruko juga sudah ambruk.

Akibat bencana tersebut, Subki tidak yakin anggaran Rp 13 miliar itu akan cukup untuk perbaikan jalan seperti yang sudah direncanakan.

"Melihat kerusakan yang sudah terjadi, sepertinya anggaran Rp 13 miliar itu tidak akan cukup. Karena jalan yang diperbaiki semakin panjang," lanjut Subki kepada Tribunjatim.com.

Apalagi, setelah pembongkaran bangunan dilakukan, pihak BBPJN harus menutup jalan yang amblas untuk sementara sembari menunggu perbaikan permanen berjalan. Sebagai langkah sementara, jalan yang amblas nantinya akan diberi 'sandbag' untuk menjaga jalan tersebut supaya tidak longsor. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved