Breaking News:

Polda Jatim Usut Kasus Praktik Penambangan Ilegal di Jombang dan Sampang, 8 Saksi Diperiksa

Polda Jatim tengah mengusut kasus praktik penambangan ilegal di Jombang dan Sampang. 3 ekskavator disita dan 8 orang kini sedang diperiksa.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Tiga Ekskavator sebagai barang bukti penambangan ilegal diamankan di Mapolda Jatim. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Subdit III Tipidter Ditresreskrimsus Polda Jatim sedang disibukkan dengan pengusutan praktik lancung penambangan ilegal (illegal mining), Senin (16/3/2020).

Pantauan TribunJatim.com di area parkir sisi barat Gedung Laboratorium Forensik Polda Jatim terdapat tiga kendaraan alat berat jenis ekskavator.

Kabarnya, alat berat itu merupakan barang bukti aktivitas penambangan pasir sirtu ilegal dari dua lokasi di Jatim.

Perampok Toko Perlengkapan Bayi di Sampang Peroleh Senjata Api dari Jakarta, Ilegal Tanpa Surat Izin

Yakni, dua ekskavator diamankan dari lokasi penambangan di Jombang.

Sedangkan, satu ekskavator diamankan dari lokasi penambangan di Sampang, Madura.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, dari dua lokasi itu penyidik sedang memeriksa delapan orang saksi.

Kisah Hidup Pria Petani Sulawesi Punya Aset Rp 16 M, Begitu Identitas Terkuak, Polisi Gercep Tangkap

Sikap Sarwendah Mendadak Dingin ke Betrand Petro, Putra Ruben Merasa Bersalah, soal Mandi: Kok Gitu?

"Saksi masing-masing kasus 4 orang saksi jadi kami telah periksa 8 orang saksi," katanya di Area Parkir Gedung Labfor Mapolda Jatim, Senin (16/3/2020).

Sementara itu, Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menerangkan, penindakan hukum ini akan terus diupayakan kurun waktu tiga bulan ke depan.

"Ini pengembangan kan sifatnya juga ada mens reanya itu terletak pada orang yang nyuruh melakukan, pemodal, dan operator," tutur Gidion.

Bisnis Pupuk Ilegal yang Sudah Beroprasi 14 Tahun Dibongkar Polres Sidoarjo, Kuak Omzet Rp 250 Juta

Penindakan hukum dalam kasus penambangan ilegal ini, ungkap Gidion, bertujuan mencegah eksplorasi mineral berlebihan yang mengesampingkan dampak ekologi.

Hal tersebut juga didasari oleh intruksi Presiden RI mengenai konservasi alam guna mencegah fatalitas bencana alam yang belakangan terjadi di sejumlah kawasan di Jatim.

"Mengantisipasi kejadian bencana alam, dan iklimnya masih rentan, kami sepakat dari jajaran TNI-Polri, dan instansi Pemprov Jatim melakukan kegiatan bersama wujudnya penegakkan hukum, terhadap illegal mining," pungkasnya.

Reaksi Bupati Gresik Tahu SMP 24 Cerme Nekat Study Tour ke Bali di Tengah Wabah Virus Corona: Balik

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Arie Noer Rachmawati

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved