Antisipasi Virus Corona di Jatim

Sekolah Diliburkan Karena Corona, PKL di Lapangan Gulun Kota Madiun Mengeluh Sepi Pembeli

Sejumlah pedagang kaki lima yang biasa berjualan di lapangan Gulun Kota Madiun mengeluhkan sepinya pembeli.

Surya/David Yohanes
Pedagang kaki lima (PKL) 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Sejumlah pedagang kaki lima yang biasa berjualan di lapangan Gulun Kota Madiun mengeluhkan sepinya pembeli.

Sudah sekitar dua hari ini, pendapatan mereka berkurang karena virus korona.

Seperti diketahui, Pemkot Madiun telah mengeluarkan edaran terkait pencegahan virus korona. Di antaranya menghentikan sementara kegiatan belajar di sekolah.

Para siswa diminta untuk belajar di rumah masing-masing. Hal ini berdampak terhadap sejumlah pedagang, karena sebagian besar konsumen mereka adalah para pelajar.

Seperti yang dikeluhkan Sabar (60) seorang penjual bakso di Lapangan Gulun. Ia menuturkan, sudah dua hari ini omsetnya turun karena kedai baksonya sepi pembeli.

Malah Cari Untung saat Virus Corona, 2 Pemuda Madiun Timbun 12.000 Masker, Harga per Boks Fantastis!

Nyambi Jualan Sabu, Tukang Jahit di Pandaan Pasuruan ini Harus Mendekam di Sel Tahanan

BREAKING NEWS - Bidan Tulungagung Ditangkap Polda Jatim Terkait Dugaan Jual Beli Bayi: Tidak Ngantor

"Sejak Senin (16/3/2020), sejak anak-anak diliburkan. Biasanya jam segini sudah habis satu kresek bakso, ini masih ada. Mau tidak jualan tapi makannya dari jualan," kata Sabar saat ditemui, Rabu (18/3/2020) siang.

Ia sebenarnya juga merasa khawatir akan tertular virus korona karena harus berada di tempat umum. Namun, ia terpaksa harus berjualan untuk menghidupi keluarganya.

"Sebenarnya ya takut, tapi bagaimana lagi. Sedih saya, tapi bagaimana lagi yang penting sehat," katanya.

Senada dikatakan dengan seorang penjual es bernama Ida Suanti (34). Sudah sejak Sabtu (14/3/2020), lapangan Gulun yang biasa menjadi tempat nongkrong dan olahraga warga Kota Madiun, sepi.

"Sejak hari Sabtu itu, sudah mulai sepi. Tapi yang paling sepi ya dua hari ini, sejak anak-anak diliburkan," kata ibu empat anak ini.

Dia menuturkan, biasanya dalam sehari ia bisa mendapatkan omset Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu, namun sejak merebaknya virus korona ia hanya mendapat omset sekitar Rp 80 ribu dalam sehari.

"Mulai Senin (16/3), omsetnya turun, cuma Rp 80 ribu, itu pun harus sampai malam," ujarnya.

Ia berhara agar wabah korona ini bisa segera diataso, sehingga kondisi Kota Madiun bisa ramai seperti semula.

Pantauan di lokasi, di Lapangan Gulun tampak sepi. Sebagian PKL bahkan memilih untuk tutup sementara karena sepinya pembeli. (rbp/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved