Upaya Menstabilkan Harga, Pengiriman Telur dari Blitar ke Jakarta Menggunakan Kereta Api

Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (Putera) Blitar mengirim telur ayam ke Food Station, Jakarta menggunakan transportasi Kereta Api (KA), mulai Kamis

Surya/samsul hadi
Proses pengiriman telur ayam dari Koperasi Putera Blitar ke Jakarta menggunakan jasa transportasi KA di Stasiun Blitar, Kamis (9/4/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (Putera) Blitar mengirim telur ayam ke Food Station, Jakarta menggunakan transportasi Kereta Api (KA), mulai Kamis (9/4/2020).

Pengiriman telur menggunakan KA merupakan program dari Kementerian Perekonomian.

Dalam pengiriman perdana menggunakan jasa KA ini, Koperasi Putera Blitar mengirim satu truk atau sekitar 5 ton telur ke Food Station, Jakarta. Pengiriman pertama ini juga disaksikan langsung oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Blitar, Tuti Komaryati.

Tuti Komaryati mengatakan pengiriman telur menggunakan jasa transportasi KA ini merupakan program dari Kementerian Perekonomian. Pengiriman telur menggunakan jasa KA ini sebagai salah satu upaya untuk menstabilkan harga telur.

"Mulai hari ini (Kamis) dan seterusnya, pengiriman telur dari peternak di Kabupaten Blitar ke Jakarta menggunakan jasa transportasi kereta api. Hari ini, kami memakai KA Brantas relasi Blitar-Pasar Senen Jakarta untuk pengiriman telur," kata Tuti.

Dikatakannya, pengiriman menggunakan jasa KA banyak keuntungannya. Pertama risiko telur rusak atau pecah karena goncangan lebih kecil. Pengiriman telur menggunakan jasa KA jadwalnya pasti dan tepat waktu.

Wanita di Surabaya ini Isi Waktu Luang Bikin Doodle Art, Pikiran Jadi Lebih Rileks

5 Lagu Legendaris Glenn Fredly Sepanjang Berkarier di Dunia Musik, Akhir Cerita Cinta hingga Januari

Kapolda Jatim Terapkan Protokol Covid-19 Ketat Bagi Pemudik: Sayang Keluarga Sebaiknya Ditunda

Selain itu, kata Tuti, dengan menggunakan jasa KA, jumlah telur dalam sekali kirim juga lebih banyak. Dalam sekali pengiriman, kapasitasnya bisa mencapai 16-20 ton.

"Dengan begitu harga telur bisa stabil," ujarnya.

Tuti juga mengucapkan terimakasih kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Blitar yang telah mendorong dan ikut memfasilitasi terwujudnya kestabilan harga telur di Indonesia. "Peran TPID Kabupaten Blitar dalam menstabilkan harga telur di Indonesia lumayan besar," katanya.

Ketua Koperasi Putera Blitar, Sukarman mengatakan dalam pengiriman perdana ini hanya mengirim satu truk atau sekitar 5 ton telur. Tetapi, untuk pengiriman selanjutnya, bisa sekitar dua atau tiga truk telur sekali pengiriman.

Menurutnya, keuntungan pengiriman telur menggunakan jasa KA lebih murah dan tepat waktu. Selain itu, risiko telur rusak juga dapat ditekan. Selama ini, koperasi mengirim telur ke Jakarta menggunakan transportasi truk.

Setiap hari, rata-rata ada dua truk yang berangkat dari Kabupaten Blitar untuk mengirim telur ke Jakarta. Tetapi, dengan menggunakan jasa KA ini, diperkirakan pengiriman telur bisa dilakukan dua hari sekali.

"Kami memasok kebutuhan telur di Jakarta sekitar 200 ton per bulan. Biasanya tiap hari ada dua truk yang mengirim telur ke Jakarta," katanya.

Sukarman menjelaskan, produksi telur dari peternak di Kabupaten Blitar merupakan terbesar di Indonesia. Jumlah produksi telur mencapai 900 ton per hari dengan populasi ayam sekitar 21 juta ekor. Sedangkan jumlah peternaknya sekitar 4.421 peternak.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved