Virus Corona di Madura

245 Pekerja Sampang Dirumahkan Tanpa Batas Waktu Imbas Corona, Pemkab Arahkan Dapat Kartu Pra Kerja

Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Sampang ungkap ada empat perusahaan merumahkan karyawannya gegara wabah Corona.

TRIBUNJATIM.COM/HANGGARA PRATAMA
Heru selaku Kasi Hubungan Perindustrian Diskumnaker Sampang, Madura. 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Ratusan karyawan di Kabupaten Sampang, Madura dirumahkan terimbas pandemi Corona (Covid-19).

Akibat pandemi Covid-19 tercatat di Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Sampang (Diskumnaker Sampang), empat perusahaan merumahkan karyawannya. 

Empat perusahaan tersebut diantaranya, perusahaan jahit sepatu UD Suramadu di Kecamatan Omben, Hotel Camplong, Hotel Semilir, dan Hotel Bahagia di Kecamatan Sampang.

Telepon Rahasia Pejabat China Bocor ke Publik, Ribuan Orang Bakal Selamat Jika Diumumkan Lebih Awal

BOCOR Rekaman Rahasia Situasi RS saat Corona, Mayat Berserak & Tak Layak, Potret Kewalahan Memilukan

"Dari empat perusahaan itu terhitung sebanyak 245 pekerja yang sudah dirumahkan," kata Heru selaku Kasi Hubungan Perindustrian Diskumnaker Sampang, Kamis (16/4/2020).

Ia mengatakan, dari ratusan pekerja yang di rumahkan statusnya tetap karyawan, dalam arti perusahaan tidak memberlakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Namun, pihak perusahaan tidak memberikan gaji sebagai mana mestinya dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Tenaga Medis RSUD dr Iskak Tulungagung Dipastikan Bebas Covid-19, Terapkan Metode Pemeriksaan Dobel

UPDATE CORONA Jatim Kamis 16 April, Positif Covid-19 Jadi 514 Kasus, Jumlah Meninggal Capai 46 Orang

"Pastinya menunggu kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia ini mereda," terang Heru.

Heru menjelaskan, alasan sejumlah perusahaan merumahkan karyawannya karena tingkat pengunjung yang minim dan berpengaruh pada penghasilan.

"Maka dari itu banyak karyawan dirumahkan," ucapnya.

WHO Ungkap Fakta 3 Buah yang Disebut Mampu Membuat Tubuh Kebal Virus Corona, di Antaranya Durian

Disisi lain, pihaknya akan terus melakukan monitoring untuk mendata perusahaan di Sampang yang merumahkan karyawannya agar dapat dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi dan ke Kemennaker RI.

"Setelah ada karyawan yang dirumahkan kami arahkan untuk mendapatkan kartu prakerja," tutur Heru.

Sementara, Pengawas Perusahaan jahit sepatu UD Suramadu, Yuli menyampaikan jika perusahaan UD Suramadu sudah tidak aktif sekitar selama 14 hari atau dua pekan.

"Kami tidak bisa memastikan sampai kapan menutup perusahaan, tapi semoga saja pandemi Covid-19 ini cepat berlalu agar karyawan dapat beraktifitas seperti semula," Pungkasnya

Penulis: Hanggara Pratama

Editor: Heftys Suud

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved