Virus Corona di Surabaya
Pilunya Karyawan Surabaya Kena PHK Imbas Corona, Khawatir Nasib Anak Masih 1 Bulan: Semoga Bertahan
Karyawan di Surabaya cerita kena PHK akibat terdampak wabah virus Corona. Khawatir nasib anak dan keluarga, harap ada pesangon: semoga bertahan.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Hefty Suud
Untuk mencukupi kebutuhan sehari hari, Renaldi mengandalkan tabungan yang didapat dengan cara menyisihkan gajinya saat ia bekerja.
Akan tetapi, Renaldi memperkirakan, tabungan yang dimiliki bisa habis dalam waktu beberapa bulan kedepan.
"Saya pengennya bertahan. Kalau misal saya dapat pesangon. Nanti saya buka usaha warung kopi," tuturnya.
Hal serupa juga dialami oleh Aziz (25), karyawan yang berprofesi sebagai stock keeper di restoran makanan cepat saji ternama di Jalan Ahmad Yani.
Mulai bekerja di tahun 2013, sore hari (13/4/2020) ia mendapat kabar PHK setelah membuka email miliknya ketika pulang dari kerja.
"Padahal saya sudah tanda tangan sebagai karyawan tetap. Dengan kabar itu, saya menanyakan lewat email tapi belum ada response," katanya.
Ketika ditanya memenuhi kebutuhan sehari hari, Aziz mengandalkan pinjaman dari teman dan saudaranya.
Tapi itu tetap tidak cukup, pria asal Banyu Urip tersebut memiliki tanggungan seorang istri, Tere (24) dan satu anak yang bernama Arin (1).
"Harapan saya bertahan. Karena sempat ada wacana kalau begitu pandemi ini selesai, saya dan mas Renaldi akan ditarik kembali. Karena saya uda tanda tangan kontrak. Kalau dapat pesangon, saya coba usaha online shop, " ujarnya.
Penulis: Febrianto Ramdani
Editor: Heftys Suud