Virus Corona di Malang

Bulan Ramadhan di Tengah Pandemi Corona, Jamu Laris Diburu Warga Malang Buat Menu Buka Puasa

Penjualan ramuan herbal atau jamu di Kota Malang meningkat selama wabah Covid-19 atau Corona menerjang.

TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Penjual jamu di Pasar Klojen yang meraup untung di tengah wabah Corona, Senin (27/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Penjualan ramuan herbal atau jamu di Kota Malang meningkat selama wabah Covid-19 atau Corona menerjang.

Kondisi ini terus terjadi bahkan saat Ramadhan tiba.

“Nanti jelang waktu berbuka biasanya banyak yang datang. Sejak ada wabah Corona memang makin banyak,” ujar seorang pedagang jamu di Pasar Klojen, Ngatipah, Senin (26/4/2020).

Bolehkah Salat Tahajud Padahal Sudah Salat Witir di Bulan Puasa Ramadan? Berikut Penjelasannya

Menurutnya, jamu yang paling banyak dibeli adalah temulawak, jahe merah dan kunyit.

Bahkan secara khusus, Ngatipah membuat ‘Jamu Anti Corona’ bagi pelanggannya.

“Jamunya campuran gula aren, serai, temulawak, jahe dan lemon. Rasanya segar dan enak,” katanya.

Ayah Raffi Ahmad Tak Banyak Terekspos, Masa Lalu Mertua Nagita Terbongkar, Pekerjaan Tak Main-main

Tangis Raffi Ahmad Didatangi Ayah Lewat Mimpi, Mertua Nagita Disebut Singgung Keguguran Gigi, Maaf

Ngatipah mengatakan dapat menjual 15 liter jamu per hari selama wabah Corona menyerang.

Padahal sebelumnya, penjualan di lapak Ngatipah tak sampai 10 liter per hari.

“Harganya murah saja. Per bungkus Rp 5.000,” ucap dia.

UPDATE CORONA di Kabupaten Malang Senin 27 April, 27 Orang Positif Covid-19, 3 Meninggal Dunia

Perempuan yang akrab disapa Inul ini menyebut ada beberapa jenis jamu yang dapat memperkuat imunitas saat puasa.

Di antaranya, jamu Temulawak, Beras Kencur, Kunir Madu, dan Cabai Puyang.

“Beras kencur bisa bikin badan bugar. Kalau Cabai Puyang menghilangkan pegal linu dan capek. Jadi cocok, biar puasanya tidak lemas,” ucapnya.

6 Resep Menu Sehat untuk Sahur Puasa Ramadhan 1441 H, Sup Jagung Brokoli hingga Bening Bayam Jamur

Ngatipah yang sudah 10 tahun berjualan jamu memberitahu bahwa waktu paling pas untuk minum jamu adalah sebelum tidur atau setelah sahur. Sehingga ketika bangun di pagi hari, badan terasa sehat, bugar dan bertenaga.

“Puasanya dijamin tidak loyo,” tutup dia.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved