Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Virus Corona di Kota Batu

Bantuan Rp 1 Juta per KK untuk Warga Kota Batu Mulai Disalurkan, Sopir hingga PKL sebagai Penerima

Pemkot Batu mulai menggelontorkan bantuan senilai Rp 1 juta per KK. Penerima bantuan sosial merupakan warga terdampak meliputi sopir, buruh tani.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM/HUMAS PEMKOT BATU
Penyaluran bantuan Rp 1 juta per KK dilakukan oleh petugas Bank Jatim, yang berasal dari anggaran Pemkot Batu, Kamis (30/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu ( Pemkot Batu ) mulai menggelontorkan bantuan senilai Rp 1 juta per KK, Kamis (30/4/2020).

Pemkot Batu dalam keterangan resminya melalui Dinas Sosial mengatakan, penyaluran bantuan pada Kamis merupakan tahap pertama, dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 933 KK.

Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinsos Kota Batu.

Bantuan diberikan langsung kepada warga terdampak virus Corona atau Covid-19 secara tunai melalui Bank Jatim.

Ada Satu Orang yang Hasil Rapid Test Covid-19 Reaktif, 83 Pekerja Bangunan di Batu Dipulangkan

Pendistribusian dilakukan secara bertahap di empat desa terlebih dahulu.

Kepala Dinsos Kota Batu, Ririk Mashuri, mengatakan, pelaksanaan bantuan tersebut merupakan perhatian Pemkot Batu untuk masyarakat terdampak Covid-19.

“Kami dari Dinsos sabagai bagian Gugus Tugas Covid-19 bertugas sabagai pengumpul data yang sudah dirapatkan oleh Forkopimda Kota Batu," ujarnya, Kamis (30/4/2020).

Ia menerangkan, penerima bantuan sosial merupakan warga terdampak meliputi sopir, buruh tani, tukang ojek, pedagang kaki lima (PKL), usaha kantin sekolah, dan pekerja informal.

Data penerima bantuan berasal dari pemerintah tingkat desa maupun kelurahan.

"Penerima bantuan atas persetujuan dari wali kota. Hari pertama ini dilaksanakan di empat tempat,” terangnya.

Empat tempat itu ialah Desa Pesanggrahan dengan penerima 126 DTKS, Kelurahan Sisir ada 116 DTKS, Desa Pandanrejo 36 DTKS, dan Desa Mojorejo sebanyak 16 DTKS.

Ia menerangkan, DTKS merupakan warga terdampak yang belum menerima bantuan sama sekali. Baik dari pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan desa/kelurahan.

Sedangkan untuk Non DTKS akan diberikan pekan depan. Dengan jumlah data Non DTKS 9.185, dan 8.126, serta ditambah lagi DTKS yang bervariasi penerimanya.

Gara-gara Covid-19, Dua Desa di Tulungagung Saling Blokir Jalan dengan Bambu dan Batu

“Untuk Non DTKS adalah yang sudah menerima bantuan sosial. Misal dari pusat sudah dapat BLT Rp 600 ribu, kami akan tambah Rp 400 ribu agar nilainya sama Rp 1 juta," terangnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Batu, M Chori, mengatakan, pemberian bantuan kepada warga sangat penting sebelum kawasan Malang Raya betul-betul menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dikatakan M Chori, terkait PSBB Malang Raya, salah satu rekomendasi hasil pertemuan di Bakorwil yang dihadiri tiga kepala daerah Malang Raya, menyepakati masing-masing daerah mengajukan PSBB ke Gubernur Jawa Timur.

“Secara umum meskipun Kota Batu belum melaksanakan PSBB, namun beberapa kebijakan yang telah diambil saat ini sudah mengarah pada PSBB,” katanya.

Pemkot Batu telah meliburkan sekolah dan tempat kerja, khususnya hotel maupun tempat hiburan termasuk tempat wisata, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, melalui pembatasan kegiatan operasional kegiatan usaha, penutupan alun-alun, kawasab physical distancing, check point dan screening serta cipta kondisi kantramtibmas.

Dinkes Kabupaten Malang Distribusikan Ribuan Alat Rapid Test Covid-19 secara Bertahap ke Desa-desa

“Pembatasan kegiatan seni dan budaya juga dilakukan melalui penutupan tempat-tempat hiburan dan pembatasan kegiatan yang melibatkan orang banyak,” urainya.

Sesuai ketentuan, ada lima persyaratan yang harus dipenuhi pemerintah daerah jiga ingin melaksanakan PSBB, yaitu ketersediaan stok pangan.

Di Kota Batu, hasil penilaian dan monitoring dari Dinas Ketahanan Pangan dan Diskumdag, stok pangan masih cukup aman untuk dua bulan ke depan.

Kemudian ketersediaan Sarpras Kesehatan, di Kota Batu ada satu rumah sakit rujukan yakni Rumah Sakit Karsa Husada, dua rumah sakit pendukung, yakni Rumah Sakit Baptis dan Rumah Sakit Hasta Brata serta tiga rumah sakit untuk penegakan diagnosa, yaitu Rumah Sakit Etty Asharto, Rumah Sakit Haji, dan Rumah Sakit Punten.

“Serta lima Puskesmas termasuk penyiapan shelter tempat isolasi di masing-masing kecamatan dan tempat istirahat petugas medis,” kata M Chori.

Dinkes Batu Periksa Puluhan Warga Desa Sumberejo yang Melayat Pasien Meninggal Positif Covid-19

Sementara kesiapan anggaran, Pemkot Batu telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 102 M melalui refocussing dan realokasi anggaran.

Kesiapan jaring pengaman sosial sudah disiapkan untuk 30 Ribu KK atau  kurang lebih 43,5 persen dari total jumlah KK dengan nilai masing-masing KK sebanyak Rp 1 juta selama dua bulan.

“Kesiapan pengamanan juga sudah disiapkan tempat dan posko termasuk sebagai check point dan screening pada 4 titik pintu utama masuk Kota Batu,” tegasnya.

Keempat titik itu berada di pertigaan Pendem, Jalan Trunojoyo, Junggo dan Alun-alun Kota Batu yang sekaligus mengcover akses masuk dari Kecamatan Karangploso ke Kota Batu.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved