PSBB Gresik

Antisipasi Kericuhan, Desa Sekapuk Ujungpangkah Kabupaten Gresik Pilih Tidak Bagikan BLT

Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur memilih untuk tidak membagikan sembako kepada warga

Willy Abraham/Tribunjatim
Pilih bagikan sembako merata ketimbang bagikan BLT DD tidak merata kepada warga, Sabtu (2/5/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur memilih untuk tidak membagikan sembako kepada warga. Alasannya untuk menghindari kericuhan antar warga yang dapat bantuan langsung tunai (BLT) dengan yang tidak.

Nurgianti, warga Desa Sekapuk ini tidak masalah tidak menerima BLT Dana Desa. Suaminya yang bekerja sebagai kuli batu sebenarnya rerdampak. Pemasukan sehari-hari jelas berkurang.

Namun, rumahnya layak huni tidak masuk dalam kriteria penerima BLT DD.

"Daripada menerima BLT DD Rp 600 ribu tapi tidak merata buat apa, nanti ada masalah. Lebih baik sembako seperti selama ini tapi merata," kata wanita berusia 46 tahun ini.

Hal yang sama disampaikan Namicha, dia tergolong mampu meskipun terdampak. Sebab, suaminya yang berada di luar negeri tidak bisa bekerja seperti biasa akibat 'lockdown' di Malaysia.

"Tidak dapat Rp 600 ribu, tetapi selama tiga kali mendapat bantuan sembako dari desa, beras mie instan, masker, tidak dapat Rp 600 ribu tidak dapat semua," terangnya kepada TribunJatim.com.

Kapolda Jatim Baru Irjen Pol M Fadil Imran Ternyata Ayah dari Sosok Ini, Anggota DPR RI Termuda

Promo Telkomsel Gratis Kuota hingga 5GB, Cek Daftar Paket Sahur Internet Malam Mulai Rp2 Ribu Saja

Erwin Prasetya Mantan Basis Dewa-19, Sore Ini Dimakamkan di TPU Keputih Surabaya

Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim mengatakan, ia bersama anggota BPD, Kesra, Sekdes sepakat tak menyalurkan BLT DD kepada masyarakat sesuai intruksi penggunaan DD untuk BLT dari pemerintah pusat.

Alasannya, sesuai 14 kriteria dari Kemensos RI, tidak ada satupun warga Desa Sekapuk yang masuk dalam kriteria tersebut. Selain itu, kaputusan tak menyalurkan BLT DD merupakan kesepakatan Musdes yang telah disepakati.

Padahal anggaran 30 persen dari pagu dana desa, ada 154 KK yang berhak memerima BLT DD itu di desanya. Tetapi dia kesulitan mencari 14 kriteria.

Oleh sebab itu, Halim lebih memilih tidak membagikan dana tersebut dan warga setuju. Tidak ada kericuhan, iri atau saling curiga karena bantuan sebesar Rp 600 ribu itu.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved