Virus Corona di Pasuruan
Nasib Pria Beji Pasuruan yang Kabur dari Rumah setelah Tinggal dengan Istri yang Positif Covid-19
Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Beji Pasuruan akhirnya mengevakuasi seorang pria yang sempat melarikan diri bersama istrinya yang positif Covid-19.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Beji Pasuruan akhirnya mengevakuasi seorang pria yang sempat melarikan diri pasca istri sirinya dibawa kembali ke RSUD dr Soetomo Surabaya, Minggu (3/5/2020) malam.
Camat Beji, Taufiqul Ghony, mengatakan, pria ini menyerahkan diri setelah sempat melarikan diri dari rumahnya di kawasan Beji.
Ia dievakuasi dari rumah kerabatnya di kawasan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
"Yang bersangkutan kini berstatus ODP (orang dalam pemantauan). Ia baru saja kontak erat dengan istri sirinya yang berstatus positif terpapar Covid-19. Informasinya, istri sirinya ini melarikan diri dari rumah sakit di Surabaya dan ke rumah suaminya di Beji," kata dia, Senin (4/5/2020) pagi.
Dia menjelaskan, kondisi ini sempat membuat situasi di wilayah Beji kurang kondusif.
Namun, berkat kerja sama yang apik antara tim gugus tugas, instansi terkait, dan masyarakat, semuanya bisa kembali normal.
• 30 Perusahaan di Pasuruan Rumahkan 4.481 Karyawannya, Penjualan & Omzet Industri Turun Imbas Corona
• Soal Rencana PSBB Malang Raya, Pemprov Jawa Timur Terus Jalin Komunikasi dengan Tiga Kepala Daerah
"Untuk perempuan yang positif Covid-19 sudah dibawa ke rumah sakit di Surabaya, dan suaminya kami bawa kembali ke Beji. Kami minta yang bersangkutan untuk isolasi mandiri di rumah. Dan akan kami lakukan serangkaian tes, karena sudah tinggal seminggu dengan pasien positif," ungkapnya.
Menurut dia, pihaknya sudah melakukan protokol kesehatan menyikapi kondisi ini.
Lingkungan sekitar rumah yang bersangkutan sudah disemprot cairan disinfektan dan upaya-upaya lainnya.
Ia berharap, pria yang menjadi suami siri perempuan asal Sidoarjo yang dirawat di Surabaya itu negatif virus Corona atau Covid-19.
• Rumah Sakit Rujukan Overload, Pemprov Bakal Bangun Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jawa Timur
• Ada Satu Orang yang Hasil Rapid Test Covid-19 Reaktif, 83 Pekerja Bangunan di Batu Dipulangkan
Di sisi lain, warga setempat langsung melakukan penjagaan di setiap akses jalan keluar-masuk desa. Setiap orang yang hendak memasuki desa setempat dihentikan dan ditanya keperluanya.
Penutupan tak hanya dilakukan malam hari, tapi juga siang hari.
Kepala Desa Kedungringin, Rizky Wahyuni, menjelaskan, imbas dari permasalahan tersebut, masyarakat sempat dibuat tegang.
• BREAKING NEWS: 250 Orang Kena Razia Jam Malam PSBB Sidoarjo, Rapid Test, 5 Pria Reaktif Covid-19
• Beredar Isu PSBB Kabupaten Malang akan Dilakukan pada 8 Mei 2020, Bupati Sanusi Angkat Bicara
Tak hanya itu, puluhan karyawan pabrik di desa ini diminta untuk libur dan tidak bekerja selama 14 hari ke depan.
"Sejumlah perusahaan yang ada di sekitaran desa ini meminta karyawan yang kebetulan tinggal di dekat rumah yang baru saja ditinggali pasien positif Covid-19 untuk tidak masuk kerja. Untuk sementara mereka dirumahkan," pungkas dia.
Editor: Dwi Prastika