PSBB Malang Raya

Satpol PP Sisir Jalanan di Kota Batu saat Penerapan PSBB Malang Raya, Ada 3 Toko yang Ditutup

Satpol PP Batu menyisir jalanan Kota Batu di hari keempat PSBB Malang Raya, Rabu (20/5/2020).

TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Pemkot Batu menyisir toko yang masih buka saat hari pertama PSBB di Kota Batu yang berbatasan dengan Kabupaten Malang, Minggu (17/5/2020). 

AtTRIBUNBATU.COM, BATU - Satpol PP Batu menyisir jalanan Kota Batu di hari keempat PSBB Malang Raya, Rabu (20/5/2020).

Operasi itu dilaksanakan bersama dengan satu regu dari TNI dan anggota Polri.

Petugas mendatangi toko-toko yang masih buka dan mengimbau mereka segera menutup toko, kecuali bagi toko yang diperbolehkan buka sesuai dengan Perwali Kota Batu Nomor 48 Tahun 2020 tentang PSBB.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Berpesan Agar Pedagang Disiplin Penjarakan Fisik

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko Lantik 217 CPNS Jadi PNS, Pelantikan Digelar secara Virtual

82 Pedagang Sayur Kota Batu Ikuti Rapid Test, Gugus Tugas Covid-19 Ungkap Hasilnya 1 Positif

Faris Pasharella Sahputra, Kabid Gakda Satpol PP Pemkot Batu menjelaskan, pada operasi di Jl Supratman, sudah ada tiga toko yang ditindak dan mereka kemudian berinisiatif untuk menutup toko.

Petugas akan menyegel toko jika pemilik toko menolak untuk menutup toko selama PSBB.

Sesuai Perwali Kota Batu Nomor 48 Tahun 2020 tentang PSBB, toko yang boleh buka adalah toko yang menjual bahan pangan serta kebutuhan ternak.

Diterangkan Faris, petugas terbai ke dalam tiga kelompok yang masing-masing kelompok menyisir sejumlah toko di jalanan Kota Batu.

Ada yang menyusur Jl Panglima Sudirman, Brantas, Semeru, Diponegoro, Dewi Sartika, Agus Salim, Hasanuddin, Suropati, Alun-alun dan Gajahmada.

“Hari keempat ini melakukan penyegelan ketika tidak mau kerjasama. Alhamdulillah di Suropati dan Hasanuddin sudah mulai penutupan mandiri. Tidak ada toko yang karena pemilik toko mau menutup sendiri,” terang Faris.

Dijelaskan Faris, operasi akan terus dilakukan hingga masa PSBB berakhir yakni pada 30 Mei 2020. Ia juga mengimbau agar pemilik toko bandel dan disiplin menerapkan penjarakan fisik atau physcal distancing.

“Besok juga akan tetap dilakukan penindakan sampai selesai PSBB. Kami akan tindak ketika ada yang melanggar Perwali PSBB,” terangnya.

Selain menindak toko, petugas juga menyasar pada kerumunan warga dan warung yang masih buka. Termasuk lembaga pendidika yang masih buka juga mendapatkan peringatan. Kata Faris, lembaga pendidikan bisa melangsungkan proses belajar melalui online.

“Kalau lembaga pendidikan juga tetap akan kami datangi karena mereka sudah dapat informasi. Harus pembelajaran secara online,” tegasnya

Penulis: Benni Indo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved