Nahas Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Trenggalek, Awalnya Pergi Mancing, 'Sempat Diingatkan'

Kapolsek Gandusari AKP Rohadi menjelaskan kejadian nahas, bocah 8 tahun meninggal tenggelam di Sungai Tawing, Kabupaten Trenggalek, Selasa (2/6/2020).

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di dekat sungai Trenggalek tempat seorang bocah meninggal, Selasa (2/6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGALEK - Nahas bocah 8 tahun meninggal dunia tenggelam di Sungai Tawing, Desa/Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Selasa (2/6/2020).

Bocah bernama Adinda Ananta Luis itu awalnya berangkat memancing bersama kakak kandung dan lima rekan mainnya di pinggir sungai dekat lokasi kejadian.

Sekitar sejam kemudian, mereka bergeser ke tebing di bibir sungai untuk bermain.

Maia Pasang Badan saat Kekurangan Fisik Dul Jaelani Disinggung, Bela Ahmad Dhani? Lihat Tulisannya

Hengkang dari Tim Didi Kempot, Dory Harsa Ekspos Ulah Orang Jahat Padanya, Soal Karya, Maturnuwun

Mereka hendak mandi dengan melompat dari tebing tersebut.

"Yang mandi tiga anak. Yang dua selamat karena bisa berenang. Yang satu tidak bisa berenang," kata Kapolsek Gandusari AKP Rohadi.

Rohadi menjelaskan, seorang warga yang berada dekat lokasi sempat mengingatkan agar anak-anak itu tak mandi di sana karena sungai cukup dalam.

Enesis Group Beri Bantuan Plossa Eucalyptus ke BNPB Buat Masyarakat untuk Jalani New Normal

Kemenag Umumkan Pembatalan Keberangkatan Haji, 1.814 CJH Asal Jember Gagal Berangkat Tahun ini

Ia bilang, kedalaman sungai itu sekitar 2 meter.

Tak berselang lama, sambung Rohadi, salah satu rekan korban berteriak meminta tolong.

"Selanjutnya seorang saksi yang berada di lokasi menolong korban yang selamat. Kemudian bersama dengan warga mencari keberadaan korban yang tenggelam yang belum ditemukan saat itu," sambung dia.

UPDATE CORONA di Dunia Selasa 2 Juni 2020, Pakistan Catat 3.938 Kasus Baru, Total Global 6,3 Juta

Pencarian membuahkan hasil sekitar 30 menit kemudian. Korban ditemukan di tunggak bambu di tengah sungai.

"Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujar Rohadi.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi mata. Hasilnya, kejadian tersebut murni kecelakaan.

"Pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasa. Orang tua korban juga sudah menerima dan memohon untuk tidak diotopsi," tutup Rohadi. 

Penulis: Aflahul Abidin

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved