Kronologi Warga Larikan Jenazah Covid-19 dari RS Paru Surabaya, Petugas Bantu Malah Dibuat Ketakutan

Dr Joni Wahyuhadi menjelaskan kronologi warga larikan jenazah Covid-19 dari RS Paru Karang Tembok Surabaya. Sempat terjadi insiden ambulans dipukuli.

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (2/6/2020). 

Dr Joni Wahyuhadi menjelaskan kronologi warga larikan jenazah Covid-19 dari RS Paru Karang Tembok Surabaya. Sempat terjadi insiden ambulans dipukuli.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Beberapa waktu lalu beredar video belasan orang membawa jenazah pasien Covid-19 sekaligus ranjangnya dari RS Paru Karang Tembok Surabaya.

Banyak hal yang masih misterius seputar insiden itu hingga akhirnya Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi menjelaskan kronologinya.

Joni Wahyuhadi mengaku mendapatkan penjelasan dari Dirut RS Paru Karang Tembok bahwa pasien yang meninggal pada 4 Juni 2020 dini hari itu telah mendapatkan perawatan yang maksimal dari Tim RS Paru Karang Tembok.

Ngototnya Keluarga Bawa Paksa Pulang Jenazah PDP dari RS di Gresik, Menantu Ungkap Kronologi

BERITA TERPOPULER JATIM: Curhatan Ojol soal PSBB hingga Keluarga Bawa Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Video Keluarga Bawa Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Surabaya Viral di Media Sosial, Begini Faktanya

Pada saat pasien meninggal, pihak RS Paru langsung menghubungi keluarga, namun tidak juga berhasil meski sudah berulang kali mencoba. RS Paru baru bisa tersambung dengan keluarga pasien pada sekitar pukul 08.00.

Selanjutnya, keluarga pasien datang ke RS Paru dan dijelaskan oleh dokter jaga terkait kronologi meninggalnya pasein tersebut.

Keluarga kemudian meminta izin untuk berunding dengan keluarga yang lain, sampai pukul 8.30 WIB. 

"Jadi mulai jam lima meninggalnya. Kemudian pukul 09.00 ada dua keluarga pasien yang meminta masuk untuk memastikan bahwa yang meninggal itu ibunya," ujar Joni, Selasa (9/6/2020).

Petugas pun menyiapkan APD untuk keluarga tersebut sebelum masuk melihat jenazah yang sudah dibungkus plastik sebagaimana protokol Covid-19.

PSBB Berakhir, Risma Bakal Perbanyak Kampung Wani Jogo Suroboyo: Penyebaran Corona Bisa Dihambat

Bocor Data Intelijen Negara, Dampak Fantastis Penerapan New Normal Indonesia, Prediksi 99% Akurat

Bocoran Rancangan Perwali untuk New Normal di Surabaya, Masih Ada Check Point & Sanksi Administrasi

"Setelah keluarga melihat, petugas melanjutkan  perawatan jenazah kembali sesuai dengan protokol COVID-19. Kemudian yang melihat jenazah itu juga berunding lagi dengan keluarga yang lain," ucap Joni. 

Selanjutnya, sekitar pukul 11.00 WIB, sekitar 10 sampai 11 orang menuju lantai empat ruang isolasi jenazah dan tiba-tiba membawa paksa jenazah beserta tempat tidur. 

"Jam 11.05 WIB, petugas lapor ke direktur bahwa keluarga pasien membawa paksa jenazah. Selanjutnya melapor ke security supaya keluarga membawa jenazah dihentikan," ujar Joni. 

"Dan ini juga sudah dilaporkan ke kepolisian, Babinkamtibmas bahwa pasien atau jenazah tersebut adalah pasien COVID-19, yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit PHC Surabaya, hasil PCRnya positif," ucap Joni. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved