Sertifikat Tanah Program PTSL untuk Tahun Ini, Mulai Didistribusikan ke Warga di Trenggalek

BPN Trenggalek mulai menyerahkan sertifikat tanah yang masuk dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk tahun ini.

TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Penyerahan sertifikat tanah program PTSL 2020 di Desa Gamping, Kecamatan Suruh, Kamis (11/6/2020). 

TRIBUNTRENGGALEK.COM, TRENGGALEK - BPN Trenggalek mulai menyerahkan sertifikat tanah yang masuk dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk tahun ini.

Penyerahan sertifikat itu berlangsung di Desa Gampang, Kecamatan Suruh, Kamis (11/6/2020). Total ada 611 sertifikat yang dibagikan kepada warga

Kepala BPN Trenggalek Kusworo Samsi mengatakan, alokasi yang disediakan tahun ini cukup untuk menerbitkan 17 ribu sertifikat dalam program PTSL.

NEWS VIDEO: 3 Sahabat Bisnis Ilegal Pil Koplo di Trenggalek, Ending Nasib Kini Bui, ini Kronologinya

3 Kawan Kompak Kerja Sama Edarkan Pil Koplo di Trenggalek, Jejak Terbongkar saat Polisi Geledah Tas

Akan Mulai Pembelajaran Era New Normal, Pondok Pesantren Darussalam Trenggalek Siapkan Ruang Isolasi

Targetnya, 16 desa akan terjamah dalam program tersebut.
Jumlah itu turun dari target awal akibat pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19.

"Sedianya [kami] mengalokasikan sekitar 60 ribu sertifikat yang tersebar di 29 desa. Namun karaen adanya saving penghematan anggaran, jumlah tersebut berkurang drastis," ujar Kusworo.

Padahal, antusiasme warga untuk ikut dalam program PTSL cukup tinggi. Di Desa Gamping, misalnya, sudah sekitar 2.000 warga yang mengajukan program PTSL.

"Jumlah itu sangat mungkin terus bertambah," kata Kepala Desa Gamping, Puguh Arbiantoro.

Di desa itu, ada 3.700 bidang tanah yang belum tersertifikat. Puguh bilang, program ini cukup membantu warga.

"Kalau dulu ada Program Prona, desa mungkin hanya dapat jatah 100 hingga 200 bidang tanah saja. Sedangkan dengan PTSL ini, jumlahnya bisa lebih banyak," ungkapnya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menekankan pentingnya kepemilikan sertifikat tanah bagi warga.

Di hari yang sama, ia sekaligus menyerahkan secara simbolis penyerahan sertikat PTSL kepada perwakilan warga.

"Alhamdulilah kepemilikan tanah oleh masyarakat akhirnya bisa diakui oleh negara secara sah. Dengan begitu status kepemilikannya semakin meningkat dari yang sebelumnya hanya tercatat dalam Petok D kini sudah tersertifikat," ungkap Bupati.

Warga juga bisa memanfaatkan sertifikat itu sebagai anggunan untuk mengakses modal.

"Banyak saat ini masyarakat sudah punya usaha namun belum bisa mengakses permodalan karena tidak mempunyai anggunan. Dengan memiliki dokumen yang sah dan diakui oleh negara, tentunya akses permodalan bisa diakses dengan mudah," selorohnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved