Pelaksanaan Sidang Kode Etik Anggota DPRD Gresik Nur Hudi Terancam Kembali Molor

Sudah satu bulan laporan dari keluarga korban pencabulan di Gresik dan PC PMII dilayangkan ke DPRD Gresik.

TRIBUNJATIM.COM/WILLY ABRAHAM
Susasana rapat internal Badan Kehormatan DPRD Gresik, Kamis (18/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Sudah satu bulan laporan dari keluarga korban pencabulan di Gresik dan PC PMII dilayangkan ke DPRD Gresik.

Namun hingga saat ini, belum jelas kapan pelaksanaan sidang kode etik anggota DPRD Gresik, Nur Hudi Didin Arianto.

Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik telah menggelar rapat internal.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pihaknya memberikan waktu 14 hari lagi bagi para pelapor.

“Alat bukti dari terlapor belum memenuhi ketentuan. Sesuai dengan pasal 20 Peraturan DPRD nomor 5 tahun 2013 tentang Tata Beracara BK DPRD Gresik. Kami beri waktu 14 hari lagi untuk melengkapi,” ujar Ketua BK DPRD Gresik, Fakih Usman, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, hasil kajian internal BK, alat bukti yang sudah dilampirkan pelapor masih memenuhi satu unsur saja. Yakni keterangan dari pihak pelapor.

PDAM Giri Tirta Gresik Sebut Pipanisasi Perumahan Greenland Tak Rugikan PDAM & Pemkab, Ini Alasannya

Harga Tiket Penumpang Kapal di Gresik Masa Transisi Disoroti Dewan, Terlampau Mahal, Warga Keberatan

Politisi PAN ini menyebut, minimal harus ada dua alat bukti. Mirip dengan alat bukti pada persidangan umum.

“Selain membuktikan tugas kami juga memutuskan. Seperti apa sanksi yang akan diterapkan,” terangnya.

Jika dalam 14 hari tersebut para pelapor tidak melengkapi alat bukti lainnya, pihak BK bisa turun langsung mencari informasi kepada korban ataupun saksi dan ahli untuk mencari keterangan lain.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved