Perwali New Normal di Kota Blitar Diterapkan, Tak Pakai Masker Kena Sanksi Bersihkan Fasum

Pemkot Blitar mulai menerapkan Perwali tentang Penerapan New Normal di masa pandemi Covid-19. Perwali itu mengatur sanksi bagi masyarakat

Surya/samsul hadi
Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela memberangkatkan anggota yang menyerahkan sembako ke masyarakat, Jumat (26/6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pemkot Blitar mulai menerapkan Perwali tentang Penerapan New Normal di masa pandemi Covid-19. Perwali itu mengatur sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 saat penerapan new normal atau normal baru.

Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan Perwali New Normal mengatur tentang penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di bidang usaha, wisata, dan tempat publik.

Pengelola tempat usaha, wisata, dan tempat publik harus menyediakan sarana prasarana protokol kesehatan saat beroperasi kembali.

Perwali juga mengatur sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Sanksinya, bervariasi tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan masyarakat.

"Misalnya, bagi tempat usaha dan tempat wisata yang melanggar protokol kesehatan ada sanksi teguran pertama, kedua, ketiga, sampai penutupan sementara," kata Santoso, Senin (29/6/2020).

Selain itu, kata Santoso, juga ada sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Misalnya, masyarakat yang tidak pakai masker di tempat publik akan diberi sanksi sosial berupa bersih-bersih fasilitas umum maupun diminta push up.

 Napi Asimilasi Kasus Pencabulan Anak Kembali Ditangkap, Berusaha Mencabuli Anak 7 Tahun

Gelar Patroli Berskala Besar, Polda Jatim Mulai Temui Warkop Yang Patuh Protokol Kesehatan Covid-19

PT KAI Perpanjang Masa Berlaku Rapid Test dan PCR Jadi 14 Hari, Sesuai Edaran Gugus Tugas Covid-19

"Sanksi ini sebagai efek jera agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat pemberlakuan new normal," ujarnya.

Dikatakannya, Pemkot Blitar bekerjasama dengan TNI dan Polri akan gencar melaksanakan patroli untuk mendisiplinkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Dia juga meminta masyarakat mematuhi aturan yang sudah ada.

"Pemberlakuan new normal ini sebagai upaya menumbuhkan kembali ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Tapi, yang perlu ditegaskan, masyarakat sudah bisa beraktivitas kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Santoso tidak ingin status Kota Blitar yang sudah masuk zona kuning atau tingkat penyebaran Covid-19 rendah kembali masuk zona oranye maupun zona merah saat pemberlakukan new normal.

"Kuncinya disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu tingkat penyebaran bisa ditekan dan Kota Blitar bisa masuk zona hijau," ujarnya.

Sekadar diketahui, situasi virus Corona atau Covid-19 di Kota Blitar pada Minggu (28/6/2020), menyebutkan jumlah komulatif pasien positif virus Corona ada tujuh orang dengan rincian empat sembuh dan tiga masih dalam perawatan. Jumlah komulatif PDP ada sembilan orang, enam sembuh dan tiga meninggal.

Terpisah, Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan Maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan virus Corona atau Covid-19 memang sudah dicabut saat pemberlakukan new normal. Tapi, masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas.

"Kami bersama TNI dan Pemda tetap akan gencar melakukan patroli untuk mendisiplinkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan saat pemberlakuan new normal," katanya. (sha/Tribunjatim.com)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved