Tren Pengedar Psikotropika di Lamongan Bergeser ke Narkoba, Polres: Jumlah Kasus Naik Dibanding 2019

Pengedar obat - obatan psikotropika di Lamongan kini mulai bergeser ke peredaran narkotika.

TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Kasatreskoba Polres Lamongan, Iptu Akhmad Khusen mendampingi Kapolres Lamongan, AKBP Harun saat gelar rilis 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pengedar obat-obatan psikotropika di Lamongan kini mulai bergeser ke peredaran narkotika.

Bahkan penanganan perkara narkoba di Satresnarkoba Polres Lamongan trennya mengalami peningkatan dibanding tahun 2019.

Data yang ada di Satreskoba Polres Lamongan menunjukkan, sejak Januari hingga Juni 2020, penanganan perkara narkoba mencapai 68 kasus dengan 93 orang tersangka.

Kapten Persela Lamongan Senang dengan Arahan PSSI soal Negosiasi Ulang Nilai Kontrak

Hari ini Tim Verifikasi Faktual KPU Lamongan Mulai Bertugas: Pakai APD, Bertamu dari Pintu ke Pintu

"Tahun 2019, kami menangani 65 kasus dengan jumlah tersangka 82," kata Kasatreskoba Polres Lamongan Iptu Akhmad Khusen, di Mapolres Lamongan, Senin (29/6/2020).

Diungkapkan, data perkara Narkoba yang ditangani Polres Lamongan saat ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu.

Pada tahun 2019, kata Khusen, jumlah kasus narkoba mencapai 65 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 82 tersangka.

Sementara pada 2020 sejak Januari sampai Juni ini, sudah ada 68 kasus yang ditangani oleh Polres Lamongan dengan tersangka yang diamankan hampir seratus orang.

Satreskoba Polres Lamongan berhasil mengamankan 93 tersangka dari 68 kasus Narkoba. " Baru enam bulan pada 2020 menunjukkan tren kenaikan, " katanya.

Peredaran narkoba itu tidak hanya di wilayah utara, namun tengah dan selatan yang berbatasan dengan kabupaten tetangga.
"Ada perubahan barang haram yang mereka pasarkan, " katanya.

Menurut Khusen, dulu masih banyak yang bermain dengan pil koplo jenis Carnopen, dan pil dobel L. Sekarang bergeser ke sabu - sabu dan sebagian ganja.

Sementara, ketua Tim Satlak Pencegahan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Lamongan, Kartika Hidayati menambahkan, mengkonsumsi narkoba dapat merusak sendi-sendi kehidupan, mulai dari kehidupan pribadi pengguna yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dan menjadi pemalas dalam kehidupan bermasyarakat dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"P4GN Lamongan sudah melakukan upaya untuk mencegah dan memberantas barang haram itu, " tandasnya.

Di antaranya dengan cara melakukan sosialisasi bahaya narkoba disejumlah sekolah dan di lembaga-lembaga nonformal lainnya," kata Kartika Hidayati si Wakil Bupati Lamongan ini.

Kartika juga berpesan, agar generasi muda yang merupakan calon generasi penerus pemimpin bangsa harus menjauhi itu barang haran.

Berani menyatakan tidak bila ada pihak-pihak yang menawarinya untuk mencoba - coba narkoba

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved