Kadis DKRTH Surabaya Dikabarkan Dicopot Risma karena 1 Persoalan, Pemkot Buka Suara: Pensiun Dini

Kabar mundurnya Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Chalid Bukhari dijawab oleh Pemkot Surabaya.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajarannya saat mengikuti rapat virtual bersama pemerintah pusat, Jumat (5/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kabar mundurnya Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Chalid Bukhari dijawab oleh Pemkot Surabaya.

Dia disebut mundur dari jabatan kepala dinas dan pensiun dini atas kehendaknya sendiri.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengaku, sudah konfirmasi langsung kepada BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat) Surabaya soal pengunduran diri dan pensiun dini itu.

Alat PCR di Malang Disebut Sutiaji Rusak, Pihak RS UB Bantah: Masih Bisa dan Perlu Setting Ulang

"Tepatnya pada 25 Juni, telah mengajukan surat permohonan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Kepala DKRTH, sekaligus beliau mengajukan pensiun dini," kata Febri, Rabu (1/7/2020).

Sebelumnya dari kabar yang berkembang, Chalid dikabarkan dicopot oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini lantaran satu persoalan.

Namun, Febri membantah kabar tersebut.

Adik Via Vallen Tak Percaya Pembakar Mobil Kakaknya Ternyata Vianisti: Masa Fans Senekat itu, Nggak

Penyebab Laudya Cynthia Bella-Engku Emran Cerai Terkuak? Kondisi Rumah Tangga 2 Tahun: Semua Selesai

"Yang dilakukan Pak Chalid ini atas permintaan sendiri dan atas kehendak sendiri mengajukan pengunduran diri dan pensiun dini. Jadi bukan masalah lainnya, murni atas permintaannya sendiri," ujar Febri.

Febri mengungkapkan, sebagai ASN, Chalid Bukhari memang berhak untuk mengajukan surat permohonan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Kepala DKRTH.

Sekaligus mengajukan surat pengajuan pensiun dini. Sebab, berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 2014 hal tersebut dimungkinkan.

BREAKING NEWS: Geram Banyak PNS Nongkrong saat Jam Kerja, Risma Tutup Kantin di Samping Satpol PP

Surat pengajuan pengunduran diri dan pensiun dini dari Chalid ini dikirimkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), di mana dalam hal ini adalah kepala daerah atau Wali Kota Surabaya.

Selanjutnya, surat itu diproses administrasinya oleh BKD sesuai dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan PP nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara

Febri menjelaskan, setelah dicek administrasinya, Chalid Bukhari sudah memenuhi syarat untuk mengajukan pensiun dini.

"Di mana salah satu syaratnya adalah masa kerjanya sudah selama 20 tahun dan usianya sekurang-kurangnya 50 tahun, terus permohonan pensiun dini yang bersangkutan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," terang Febri.

Kasus Covid-19 Banyak Terjadi di Perumahan Mewah, Risma: Kasus Pertama Ditemukan di Surabaya Selatan

Penulis: Yusron Naufal Putra

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved