Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Virus Corona di Kota Batu

Jalur Pendakian di Kota Batu Belum Bisa Dibuka, KPH Malang Tunggu Rekomendasi Gugus Tugas Covid-19

Jalur pendakian dari Kota Batu belum bisa dibuka saat ini. Pasalnya, KPH Malang masih menunggu rekomendasi gugus tugas.

Penulis: Benni Indo | Editor: Arie Noer Rachmawati
ISTIMEWA
Jalur pendakian Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Jalur pendakian dari Kota Batu belum bisa dibuka saat ini.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Malang, Hengki Herwanto saat dimintai keterangan menjelaskan, pihaknya akan mengikuti prosedur dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu dan Kabupaten Malang jika ingin membuka jalur pendakian.

Ia menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang jika sewaktu-waktu nanti mendapatkan izin untuk membuka jalur pendakian.

Layanan Lumbung Pangan Jatim Diperluas hingga ke 19 Daerah, Beli Sembako via Online, Ongkir Gratis

KPH Malang juga menyediakan alat pengukur suhu tubuh, cuci tangan dan mewajibkan setiap pendaki untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Pendaki harus memastikan benar-benar sehat. Kami juga siapkan alat pengukur suhu tubuh, dan pendaki bisa membawa surat keterangan sehat,” ujar Hengki, Kamis (9/7/2020).

KPH Malang telah mengajukan usulan untuk membuka jalur pendakian.

Kehidupan Suami Nikahi Transgender, Kuak Rahasia Istri Baru: Tubuhnya Tulen, Istri Sah Diceraikan

VIRAL Pelakor Digerebek Sedang Berhubungan dengan Suami Orang, Justru Tantang dan Marahi Istri Sah

Namun hingga saat ini, masih belum ada rekomendasi yang turun untuk membuka jalur pendakian.

Hengki kembali menegaskan, untuk membuka jalur, pihaknya mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu maupun Kabupaten Malang.

“Kami memang sudah ajukan,” ujarnya.

IDI Jatim Minta Pemerintah Segera Cairkan Insentif Tenaga Medis, Prosedur Administrasi Dipermudah

Sejak Maret lalu, jalur pendakian ditutup total.

Akibat penutupan itu, KPH Malang tidak mendapatkan pemasukkan sepeserpun dari jalur pendakian.

Biaya operasional pun didapat dari silang pendapatan usaha yang lain seperti produksi kayu.

Apa Wabah ‘Black Death’ yang Kini Muncul Lagi di China? Dulu Makan Jutaan Jiwa, Dunia Wajib Waspada

“Jadi sejak Maret hingga sekarang pendapatan kami nol dari jalur pendakian,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, Maulana menyampaikan, berdasarkan data dan informasi yang diterima, pengajuan jalur pendakian oleh KPH Malang langsung diserahkan kepada Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

"Pengajuan jalur pendakian datanya sudah kami terima, dan tinggal menunggu survei dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu untuk mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pariwisata,” papar Maulana.

Tenaga Medis Jatim Kelelahan Rawat Pasien Corona, IDI Kuak Kasus Terus Berdatangan: Seperti Air Bah

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu tengah melakukan survei ke sejumlah tempat wisata dan perhotelan di Kota Batu saat ini.

Berdasarkan data, sebanyak 45 hotel, 15 vila, 11 tempat wisata, 3 tempat oleh-oleh, dan 5 tempat ibadah di Kota Batu sudah mendapatkan rekomendasi untuk buka dari Dinas Pariwisata.

Penulis: Benni Indo

Editor: Arie Noer Rachmawati

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved