Breaking News:

Virus Corona di Mojokerto

Gugus Tugas Waspadai Kasus Positif Covid-19 Berstatus OTG, Melonjak 15 Orang dalam 2 Hari

Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mojokerto catat positif virus Corona berstatus OTG melonjak 15 kasus dalam dua hari. Waspada.

Freepik
ILUSTRASI virus Corona (Covid-19). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif virus Corona ( Covid-19 )  berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Mojokerto.

Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 tersebut naik cukup signifikan, yakni 20 pasien hanya dalam kurun waktu dua hari.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Gaguk Tri Prasetyo menjelaskan dari 20 pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 di antaranya ada 15 orang tanpa di antaranya merupakan orang tanpa gejala (OTG), tiga orang dalam pemantauan (ODP) dan dua pasien dalam pengawasan (PDP).

479 Desa Wisata Disiapkan Buka, Pemprov Jatim Pastikan Standar Protokol Pencegahan Covid-19 Siap

UPDATE CORONA di Kediri Sabtu 11 Juni, Ada Tambahan 4 Positif: Berasal dari Klaster Doa Bersama

Seluruh pasien yang positif Covid-19 itu
merupkan warga Kota Mojokerto dari Kelurahan Wates, Kelurahan Gunung Gedangan, Kelurahan Meri, Kelurahan Pulorejo, Kelurahan Blooto, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Kedundung, Kelurahan Miji, Kelurahan Surodinawan, Kelurahan Prajurit Kulon dan Kelurahan Kranggan.

"Jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Mojokerto hingga saat ini masih didominasi oleh pasien yang sebelumnya berstatus orang tanpa gejala (OTG) dari hasil tracing orang terdekat dan Rapid Test, " ujarnya di Posko Covid-19, Sabtu (11/7/2020).

TWA Kawah Gunung Ijen Resmi Kembali Dibuka, Simulasi New Normal: Per Hari Dibatasi 225 Wisatasan

Sakit Hati Dipecat Sebelum Bulan Puasa, Pria Mojokerto Bobol Rumah Eks Majikan: 10 Kali Tiap Jumat

Ia mengatakan banyak dari pasien OTG ini yang melakukan isolasi mandiri lantaran tidak mau dikarantina di ruang observasi. Padahal, risiko penyebaran pada orang terdekat sangat dimungkinkan jika selama mengisolasi mandiri yang bersangkutan tidak menerapkan protokol kesehatan dan tanpa pengawasan petugas medis.

"Banyaknya orang tanpa gejala (OTG) di Kota Mojokerto berkaitan dengan peran masyarakat yang kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.

Menurut dia, masih sering dijumpai masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan seperti tidak mengenakan masker dan kurangnya Pysical Distancing serta menjaga jarak aman pada masa adaptasi kebiasaan normal baru. Padahal, aturan penerapan protokol kesehatan telah tercantum dalam Perwali Kota Mojokerto Nomor 55 merupakan perubahan dari beberapa pasal Perwali Nomor 47 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru.

"Pada pasal 48 ayat 3 menyatakan jika setiap orang tidak menjalankan kewajiban menggunakan masker di luar rumah, tempat umum atau fasilitas publik selama penerapan tatanan normal baru maka akan dikenakan sanksi kerja sosial atau denda senilai Rp.200 ribu," jelasnya.

Ditambahkannya, adapun sanksi kerja sosial meliputi membersihkan sarana fasilitas umum.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved