Virus Corona di Malang

Tempat Karaoke dan Hiburan Malang Ditutup saat Pandemi, Pemilik Usaha Minta Pemkot Beri Kelonggaran

Perkumpulan Karaoke dan Hiburan Malam atau Perkahima Malang Raya minta kelonggaran kepada Pemkot Malang terkait izin beroperasi kembali.

Tribunnews.com
Ilustrasi Karaoke 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perkumpulan Karaoke dan Hiburan Malam atau Perkahima Malang Raya minta kelonggaran kepada Pemkot Malang.

Kelonggaran itu terkait agar tempat usaha karaoke dan hiburan malam diperbolehkan untuk beroperasi kembali.

Karena selama pandemi virus Corona atau Covid-19, usaha karaoke dan hiburan malam di Kota Malang ditutup.

"Banyak karyawan yang terpuruk dan menjerit. Mereka benar-benar terdampak dan tidak ada penghasilan sama sekali," ujar Ketua Perkahima Malang Raya, Bambang Hermanto kepada TribunJatim.com, Minggu (12/7/2020).

Ia menjelaskan, bila ditotal, jumlah karyawan tempat usaha karaoke dan hiburan malam di seluruh Kota Malang yang terdampak berjumlah sekitar 700 karyawan.

Polisi Pasang Water Barrier di Belokan Depan UB Malang, Cegah Pengendara Motor Melawan Arus

Kelurahan Mergosono Kota Malang Terapkan PSBL, Warga Tak Pakai Masker Dilarang Masuk

"Bukan hanya faktor karyawan saja, namun juga faktor biaya operasional. Karena meski tak beroperasi, pemilik usaha tetap harus membayar biaya operasional seperti listrik dan perawatan. Dan pemilik usaha harus mengeluarkan dana yang tak sedikit, padahal tidak ada pemasukan sama sekali," tambahnya.

Oleh karena itu, Perkahima Malang Raya telah mengirimkan surat permohonan percepatan pembukaan operasional ke Pemkot Malang.

Di mana salah satu isi surat tertulis, para pengelola karaoke dan hiburan malam di Kota Malang yang tergabung dalam Perkahima berencana beroperasi kembali tanggal 15 Juli 2020.

Bila surat permohonan disetujui, Perkahima berjanji akan membuka lokasi usaha sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

UTBK SBMPTN 2020 di Universitas Negeri Malang, 745 Peserta Tak Hadir Ujian, Kampus Beber Alasan

Kota Batu Kini Masuk Zona Oranye, Ada Penurunan Jumlah Positif Covid-19 Dua Minggu Terakhir

"Protokol kesehatan berlaku untuk pegawai serta customer. Para karyawan harus wajib memakai masker dan face shield serta dilakukan pengecekan suhu tubuh. Kapasitas ruangannya pun juga akan dibatasi hingga 50 persen. Dan mereka harus wajib menaati hal tersebut," terangnya.

Namun andaikan surat permohonan tersebut ditolak, Perkahima belum akan melakukan langkah apapun

"Kami lihat dan pelajari dulu alasan penolakannya. Bila ditolak, apa alasannya karena yang lain telah buka sementara kami tidak boleh. Nanti hal itu yang akan kami tanyakan bilamana surat permohonan ditolak," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Wali Kota Sutiaji Apresiasi Penanaman Toga dan Urban Farming di Taman Herbal Kota Malang

Mojorejo Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19 Kota Batu, Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved