Kejari Periksa Mantan Pemilik Lahan SMAN 3 Batu Terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Tanah

Kejaksaan Negeri Kota Batu kembali memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah untuk SMAN 3 Batu pada APBD 2014.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Kantor Kejaksaan Negeri Kota Batu. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Kejaksaan Negeri Kota Batu kembali memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah untuk SMAN 3 Batu pada APBD Kota Batu Tahun 2014.

Kejaksaan Negeri Kota Batu telah meminta keterangan terhadap 25 orang. Mereka semua dihadirkan ke Kejaksaan Negeri Kota Batu untuk dimintai keterangan dalam pengusutan kasus.

Terbaru, Kejaksaan Negeri Kota Batu meminta keterangan Lany Wisuda. Informasi dari Kejaksaan Negeri Kota Batu, Lany adalah pemilik lahan sebelumnya. Lany mengatakan, lahan pada 2010 lalu senilai Rp 2,5 miliar.

Saat mendatangi Kejari Kota Batu, Lany didampingi dua penasihat hukumnya, Kriswanto dan Kayat Hariyanto.

Kedua penasihat hukumya menjelaskan, oleh Lany, akta jual beli (AJB) diatasnamakan rekannya bernama Mariah.

Hal itu dilakukan karena keduanya memiliki hubungan sebagai rekan bisnis sehingga menaruh kepercayaan kepada Maria untuk mengurus segala keperluan.

UPDATE CORONA di Kota Batu Jumat 17 Juli, 48 Orang Sembuh dalam Sehari, Mayoritas dari Desa Mojorejo

"Karena Lany banyak kegiatan sehingga tak sempat mengurusi. Akhirnya semua urusan diserahkan ke Maria," ungkap Kriswanto, Jumat (17/7/2020).

Pada 2014 lalu, tanah yang dikuasai Lany seluas 8000 meter persegi itu dijual seharga Rp 6 miliar kepada seseorang bernama Voni.

Lahan yang ada di Desa Sumbergondo tersebut saat dikuasai Lany memiliki 10 sertifikat dengan atas nama Bambang, pemilik sebelumnya.

“Setelah dijual kepada Voni. Oleh Voni dijual lagi, tapi klien kami tidak tahu siapa yang membeli lahan itu dari kepemilikan Voni," imbuh Kriswanto.

UMKM Kota Batu Didorong Manfaatkan IT di Masa Pandemi, Wali Kota Dewanti: Pemkot Siap Dampingi

Kris mengungkapkan, selama proses pemeriksaan, penyidik lebih banyak fokus menanyakan riwayat lahan kepada kliennya.

Sejak dibeli Voni pada 2014, kliennya tak menahu proses perpindahan kepemilikan hingga ke Pemkot Batu.

Kejaksaan Negeri Kota Batu juga telah memeriksa pejabat Pemkot Batu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved