Breaking News:

Pilkada Surabaya

Verifikasi Faktual Digelar saat Hari Raya Idul Adha, Yasin-Gunawan Nilai KPU Surabaya Intoleransi

Yasin-Gunawan menilai, KPU Surabaya bersikap intoleransi lantaran melakukan verifikasi faktual bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Bakal Calon Wali Kota Surabaya dan Wakil Wali Kota Surabaya, M Yasin-Gunawan menyerahkan syarat dukungan bakal pasangan calon perseorangan Pilkada Surabaya 2020 ke KPU Surabaya, Jalan Adityawarman, Minggu (23/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bakal Pasangan Calon Perseorangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Yasin-Gunawan menilai, KPU Surabaya bersikap intoleransi lantaran melakukan verifikasi faktual bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Jumat (31/7/2020).

Hal ini bermula saat Yasin-Gunawan berniat untuk melakukan perbaikan syarat pencalonan perseorangan.

"Jumlah dukungan kami yang dikatakan tidak memenuhi syarat (TMS) adalah 104.575. Meskipun KPU tidak bisa menunjukkan BA.5 KWK, kita tetap melakukan perbaikan," kata Gunawan, Jumat (31/7/2020).

Yasin-Gunawan berniat mengumpulkan 212.426 foto copy KTP sebagai perbaikan syarat dukungan.

"Hanya saja karena berangkat dari Sampang, satu kendaraan kami mogok, sehingga kami hanya mengumpulkan 146.350 dukungan," kata Gunawan.

Intip Wajah Baru Sekolah Citra Berkat Surabaya di Tengah Pandemi, Ada Fasilitas 12 Kelas Baru

Gubernur Jatim Khofifah dan Wali Kota Risma Punya Kepentingan dalam Pilkada Surabaya 2020

"Padahal yang diminta 209 ribu sekian. Atas dasar itu kami dinyatakan tidak lolos," lanjutnya.

Namun begitu, Gunawan mengatakan, pihaknya tetap akan melaporkan pelanggaran ke Bawaslu karena KPU tidak bisa menunjukkan BA.5 KWK dan berkonsultasi dengan beberapa pihak untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Kami juga menyayangkan verfak yang dilakukan saat Idul Adha. Pendukung kami diminta hadir ke KPU padahal banyak sekali pendukung kami masyarakat Madura yang mudik saat saat Idul Adha," ucapnya.

Kembali Tunda Rekomendasi untuk Pilkada Surabaya, Pengamat Nilai PDI Perjuangan Kelewat Hati-hati

Usung Henry-Yasin di Pilwali Blitar 2020, PKB Kerucutkan Koalisi dengan Partai Golkar dan PKS

Pemberian surat undangan juga dianggap Gunawan sangat mepet karena diberikan kepada pendukung Yasin-Gunawan kurang dari 1x24 jam dari waktu hadir di KPU Surabaya.

"Ini hari raya besar keagamaan bukan tanggal merah biasa, menurut kami ini tindakan intoleransi," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved