Desa Bumiaji Kota Batu Segera Miliki Tujuan Wisata Spektakuler

Batu tempat wisata baru di Kota Batu Jawa Timur segera hadir. Namanya Batu Love Garden yang terletak di Desa Bumiaji.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
Benni Indo/Surya
Penampakan Batu Love Garden yang masih dalam tahap pembangunan awal. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Satu tempat wisata baru di Kota Batu Jawa Timur segera hadir. Namanya Batu Love Garden yang terletak di Desa Bumiaji. Saat ini, Batu Love Garden masih dalam tahap pembangunan awal.

Batu Love Garden dikembangkan oleh Jatim Park Group yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Bumiaji. Pasalnya, lahan yang digunakan adalah lahan kas desa. Pemerintah Desa Bumiaji dan Jatim Park Group telah menggelar pertemuan di Balai Desa Bumiaji, Rabu (5/8/2020).

Pemilik Jatim Park Group, Paul Sastro Sendjojo hadir langsung di Balai Desa. Selain itu, ada Kepala Desa Bumiaji, Edy Jabo Suyanto, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batu, Endro Wahyu dan sejumlah warga Desa Bumiaji.

Diterangkan Sastro, Batu Love Garden dikembangkan oleh PT Bunga Cinta Sedjati. Batu Love Garden memiliki luas 7.22 Ha yang terdiri atas tahap 1 seluas 26.545 meter persegi, wisata desa petani seluas 1.4 Ha, supermarket pot dan alat kebun seluas 663 meter persegi dan lahan parkir seluas 8.840 meter persegi. Lahan parkir dapat menampung 28 unit bus dan 151 unit mobil pribadi.

“Kami sudah 24 tahun di Kota Batu. Visi kami bagaimana membikin sesuatu menarik, menjaga dan melestarikan kebudayaan dan kekayaan alam,” ujar Sastro.

Dindik Kota Madiun Pinjamkan Ribuan Laptop Kepada Siswa SD dan SMP Negeri

DPRD Jember Persoalan SK Kenaikan Pangkat, Imbas dari Tidak Liniernya KSOTK

VIRAL TERPOPULER: Kisah Kebaikan Crazy Rich Monica dan Tom Liwafa hingga Penyebab Ledakan di Lebanon

Ditegaskannya, Jatim Park Group ingin meningkatkan perekonomian warga desa, khususnya petani. Sastro juga mengatakan, ada 12 ribu orang yang bekerja di Jatim Park Group, maka dari itu, kehadiran Batu Love Garden nantinya juga dapat menyerap tenaga kerja.

“Tentu saja karena kami berada di Bumiaji, ya kami utamakan warga Bumiaji,” paparnya kepada TribunJatim.com.

Ia menceritakan, Jatim Park Group sejak lima tahun lalu telah mencanangkan visi aktif di bidang pertanian. Sastro juga mengatakan kalau pihaknya tidak memiliki tendensi apapun.

“Jadi, lima tahun lalu kami merencanakan bergerak di bidang pertanian. Yang disayangkan, setelah pembangunan ini diputuskan, lalu ada Covid-19, yang sementara kami gunakan 50 persen. Kenapa Batu Love Garden, kami ingin mendengungkan ada kesan Batu,” jelasnya kepada TribunJatim.com.

Sementara itu, Edy mengatakan kalau kehadiran Batu Love Garden tidak ingin hanya sekadar membangun wisata, namun ada pemberdayaan terhadap warga.

“Kami punya tanah kas desa. Apakah warga Desa Bumiaji hanya sebagai penonton, atau warganya menjadi pelaku wisata. Kalau dari pihak pengembang, terserah desa. Akan tetapi pihak pengembang juga tidak ingin, wong tempatnya di Bumiaji kok tidak ada orang Bumiajinya?” katanya.

Ia menegaskan Pemdes Bumiaji ingin berbuat lebih banyak untuk desa. Selama ini, pendapatan untuk desa hanya tergantung pada lahan. Itu pun dinilai tidak maksimal.

“Melihat situasi dan kondisi, kami terpanggil bagaimana jika ada wahana wisata di Bumiaji yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Yaitu yang ada di lahan kas desa,” ujarnya.

Sementara itu, Endro berpendapat kehadiran Batu Love Garden adalah upaya dan bentuk sinergitas antara Pemerintah Desa dan swasta untuk mewujudkan visi misi Desa Berdaya Kota Berjaya. Tujuannya untuk mendongkrak perekonomian masyarakat dan pendapatan desa.

"Dengan hadirnya Batu Love Garden di Desa Bumiaji. Kami harap mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar. Pasalnya nanti dalam pengelolaannya dilakukan oleh Bumdes dan warga sekitar," beber Hendro.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved