Breaking News:

Hari Pertama Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Jatim, Khofifah Tinjau Dua Sekolah di Kota Probolinggo

Khofifah berkunjung ke SMKN 2 Kota Probolinggo dan SMAN 2 Kota Probolinggo guna memantau pelaksanaan hari pertama uji coba sekolah tatap muka di sana.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Pipin Tri Anjani
Surya/Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau uji coba pembelajaran tatap muka di SMKN 2 Kota Probolinggo, Selasa (18/8/2020). 

Kelas untuk pembelajaran siswa juga diset dengan menjaga jarak minimal satu meter. Sehingga kalaupun ada interaksi antar siswa mereka tetap dalam kondisi dan jarak yang aman serta terjaga.

Untuk siswa SMK, mereka juga diperkenankan untuk melakukan praktik di laboratorium. Dalan kesemlatan ini secara khusus Khofifah meninjau pembelajaran di laboratorium kelistrikan di SMKN 2 Kota Probolinggo.

Ia bahkan memuji sistem yang diterapkan di sana, di saat pandemi seperti ini, para guru tetap melakukan inovasi dengan mengajarkan siswa dalam membuat instalasi untiuk smart building.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan bahwa hari ini serentak dimulai untuk uji coba sistem pembelajaran tatap muka jenjang SMA, SMK dan SLB yang menjadi kewenangan Pemprov Jatim, secara bertahap.

"Hari ini hari pertama uji coba secara bertahap. Biasanya sekelas 36 siswa sekarang maksimal hanya 9 siswa. Siswa yang sama, dalam dua pekan uji coba ini hanya akan masuk sebanyak dua kali. Karena sekarang masuk, sesi nanti ganti lagi siswanya, besok gantik lagi siswa yang lain," kata Khofifah, usai peninjauan.

Siswa SMA SMK dianggap sudah bisa bertanggung jawab pada diri mereka sendiri dalam menerapkan protokol kesehatan, dan melindungi orang lain.

3 Sekolah di Kecamatan Watulimo Trenggalek Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Terapkan Mixed Learning 

Hampir Semua SMA/SMK di Ponorogo Siap Pembelajaran Tatap Muka, Langsung Ditutup Jika Ditemukan Kasus

Begitu juga darj segi materi mereka membutuhkan kesempatan lebih banyak untuk pembelajaran secara praktik di laboratorium lebih banyak.

"Sekolah yang buka untuk uji coba harus atas persetujuan walikota atau bupatinya. Untuk memastikan bahwa daerah ini diseyogyakan belajar tatap muka secara langsung dan bertahap," kata Khofifah.

Uji coba ini akan dilakukan dalam waktu dua pekan hingga akhir Agustus 2020 mendatang. Setelah itu Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur akan melakukan evaluasi. Namun ia memastikan bahwa uji coba ini sifatnya fleksibel menyesuaikan kondisi risiko penularan di daerah yang bersangkutan.

"Kita akan mencari format yang terbaik bagaimana sistem pembelajaran bisa dilakukan dengan baik namun para siswa tetap dalam kondisi yang aman dari penularan covid-19," pungkas Khofifah. (SURYA/Fatimatuz Zahroh)

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved