Breaking News:

Dimulai dari Kampung Inklusi, Mas Ipin Ingin Bangun Trenggalek yang Inklusif

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bertekad mewujudkan kabupaten yang ia pimpin menjadi wilayah inklusif.

TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin membubuhkan tanda tangan di kain bahan batik ciprat ketika menghadiri kegiatan bimbingan teknik pelatihan bagi para penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ ringan kawasan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in, Rabu (26/8/2020). 

TRIBUNTRENGGALEK.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bertekad mewujudkan kabupaten yang ia pimpin menjadi wilayah inklusif.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri kegiatan bimbingan teknik pelatihan bagi para penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ ringan kawasan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in, Rabu (26/8/2020).

Kawasan di Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek itu dicanangkan juga menjadi kampung inklusi.

Rangkul Kampung Inklusi Trenggalek, Dinsos Jatim Gandeng Penyandang Disabilitas dan ODGJ Membatik

Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Ajak Warga Trenggalek Sedekah Wifi

Pemkab Trenggalek Siapkan Aplikasi Pesan Wisata Online, Permudah Layanan untuk Wisatawan Luar Kota

Bukan tanpa alasan, Pondok yang lebih akrab disebut sebagai Ponpes Gunung Kebo itu sudah bertahun-tahun menjadi tempat tinggal dan pelatihan para ODGJ.

"Mengapa di Gunung Kebo, karena ini salah satu pondok pesantren yang menurut saya contoh kolaborasi yang sempurna," ucap pria yang akrab disapa Mas Ipin itu.

Di kawasan sekitar Ponpes Gunung Kebo, sebagian warga dan para penyandang disabilitas serta ODGJ terbiasa hidup berdampingan.

Mereka biasa berbaur dalam berbagai kegiatan. Seperti kegiatan pengembangan ekonomi.

"Di mana dulu saat pemerintah belum memiliki sumberdaya yang memadahi, kami kolaborasikan dengan komunitas masyarakat. Salah satunya dari pondok pesantren," tuturnya.

Mas Ipin berharap, kampung inklusi ini menjadi pematik terwujudnya Trenggalek inklusi.

"Artinya, setiap orang di Trenggalek memperhatikan hak-hak mereka yang difabel dan mempunyai gangguan jiwa," ungkap dia.

Bukan cuma warganya, kebijakan-kebijakan pemerintahannya pun berpihak kepada para penyandang disabilitas dan ODGJ.

"Di mulai dari hal sederhana. Sekarang Adminduk (administrasi kependudukan) mereka di tiap desa diurus semua. Sehingga meski ODGJ, mereka juga terdaftar sebagai warga negara," ucap dia.

Manfaat dari pengurusan Adminduk itu, lanjut Mas Ipin, para penyandang disabilitas dan ODGJ secara aturan bisa menerima bantuan dari negara.

Di sisi lain, Mas Ipin juga meminta pihak desa di Trenggalek untuk mewujudkan rencana pembangunan dan aturan-aturan yang juga berpihak kepada para penyandang disabilitas

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved