Breaking News:

Meski Tradisi Suran Agung di Madiun Tahun ini Ditiadakan, 1.150 Aparat Tetap Disiagakan

Sama seperti Suroan, tradisi Suran Agung yang biasa digelar perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo atau PSHW Tunas Muda, tahun ini ditiadakan

TRIBUNJATIM.COM/RAHADIAN BAGUS
Danrem 081/DSJ Madiun Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto, dan Dandim 0803 Madiun, Letkol Czi Nur Alam Sucipto, mengecek kesiapan anggota jelang tradisi Suran Agung di Madiun, Sabtu (29/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rahadian Bagus

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Seperti halnya tradisi Suroan, tradisi Suran Agung yang biasa digelar perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo atau PSHW Tunas Muda, tahun ini ditiadakan.

Meski demikian, sebanyak 1.150 personel gabungan TNI dan Polri tetap disiagakan untuk menjaga kondusivitas di wilayah Kabupaten Madiun.

"Pengamanan akan digelar dalam bentuk penyekatan maupun patroli skala besar, dibagi beberapa sektor. Rencana patroli di tiga sektor. Kalau penyekatan ada 8 titik," kata Danrem 081/DSJ Madiun Kolonel Inf Waris Ari Nugroho setelah memimpin apel kesiapan pengamanan Suran Agung di lapangan Tri Brata Polres Madiun, Sabtu (29/8/2020) petang.

Untuk diketahui, seharusnya tradisi Suran Agung yang biasa digelar perguruan silat PSHW Tunas Muda digelar Minggu (30/8/2020).

Danrem mengatakan, jika ada rombongan pesilat dari luar daerah hendak masuk Madiun, maka akan semaksimal mungkin diimbau agar tidak masuk ke wilayah Kabupaten Madiun.

Tak Punya Kartu Tani, 72 Ribu Petani di Madiun Sulit Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Ada Polisi Berkuda yang Bakal Menghukum Warga Kabupaten Madiun yang Tak Bermasker

Sementara itu, Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto menjelaskan, pihaknya akan melakukan penyekatan di beberapa titik. Di antaranya perbatasan Ngawi, Ponorogo, Nganjuk, dan Magetan.

"Saradan, Tol Dumpil, Wungu, Nglames, dan titik dari luar perbatasan kami sekat. Mulai hari ini hingga besok," ungkap AKBP Eddwi Kurniyanto.

AKBP Eddwi Kurniyanto menjelaskan, sebelumnya Polres Madiun sudah melakukan pertemuan dengan para pengurus PSHW.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum PSHW menyampaikan bahwa Suran Agung tahun ini tidak menghadirkan kerumunan massa, karena masih dalam masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Terdongkrak Libur Panjang, Jumlah Penumpang KA Daop 7 Madiun Mengalami Kenaikan Signifikan

Wali Kota Madiun Siapkan Ruang Isolasi Bagi Pelanggar Kesepakatan Suro dan Suran Agung 2020

"Kami mengimbau semuanya saling mendukung, warga masyarakat juga sama-sama saling menjaga Kamtibmas ini. Segala tindakan yang menyebabkan kerusuhan akan kita tindak tegas sesuai dengan peraturan yang ada," tegasnya.

Dandim 0803 Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto menambahkan, keterlibatan TNI dalam membantu pengamanan Suran Agung ini tujuannya untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan di wilayah Kabupaten Madiun. Apalagi, kondisi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Jadi ini dibutuhkan partisipasi seluruh stakeholder untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Madiun," imbuhnya.

Editor: Dwi Prastika

Tak Diusung Partainya Sendiri, Begini Reaksi Bakal Calon Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

Pulihkan Ekonomi Terpuruk Imbas Covid-19, PKK Trenggalek Siapkan Brosur Elektronik Buat UMKM

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved