Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Jumlah SMK di Jawa Timur yang Jalankan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Bertambah

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, jumlah sekolah yang menggelar uji coba pembelajaran tatap muka di Jawa Timur akan ditambah.

TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
ILUSTRASI - Pembelajaran jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona (Covid-19), Agustus 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, KABUPATEN MOJOKERTO - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, jumlah sekolah yang menggelar uji coba pembelajaran tatap muka di Jawa Timur akan ditambah pada Senin (31/8/2020).

Sekolah yang akan ditambahkan adalah khusus SMK.

Jumlah SMK yang menggelar uji coba pembelajaran tatap muka mulai besok akan menjadi 529 sekolah.

Penambahan jumlah SMK untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka tersebut dikarenakan alasan urgensitas bahwa sekolah kejuruan lebih membutuhkan metode pembelajaran praktik dan tidak bisa hanya dilakukan secara online.

"Mulai Senin besok yang pembelajaran tatap mukanya ditambah jumlahnya berdasarkan kelembagaan adalah sekolah SMK. Jumlahnya akan ditambah menjadi sebanyak 25 persen dari total lembaga SMK di setiap kabupaten/kota," kata Khofifah Indar Parawansa.

Jika kemarin per kabupaten/kota masing-masing satu sekolah yang menggelar uji coba pembelajaran tatap muka dengan jumlah siswa sebanyak 25 persen dari total siswa, maka kali ini berbeda.

UPDATE CORONA di Jawa Timur Rabu 26 Agustus, Surabaya Zona Oranye, Sidoarjo dan Tuban Zona Merah

Khofifah Resmikan Wisata Paralayang di Mojokerto, Kenalkan Keunggulan Keindahan Gunung Penanggungan

“Nah kali ini diperbanyak bukan satu kabupaten/kota satu SMK yang uji coba, tapi 25 persen dari total lembaga SMK di daerah tersebut. Tapi jumlah siswa di setiap kelas uji coba tetap, tidak bertambah,” imbuh wanita yang juga mantan Menteri Sosial RI ini.

Misalnya Kota Mojokerto, ada sepuluh sekolah, maka bisa diajukan 2 atau 3 sekolah. Tapi per sekolah tetap 25 persen dari jumlah siswa-siswinya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved