Breaking News:

Setelah Program Diskon Corona Berakhir, Gubernur Jatim Khofifah Lanjutkan dengan Pemutihan Pajak

Program diskon corona berakhir, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melanjutkan program dengan mengeluarkan kebijakan pemutihan.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pemutihan Pajak Daerah tahun 2020 khusus warga Jawa Timur. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Program diskon corona, yaitu pemotongan nilai pokok pajak kendaraan bermotor (PKB) telah berakhir pada Senin (31/8/2020).

Meski begitu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melanjutkan program tersebut dengan mengeluarkan kebijakan pemutihan terhadap sanksi administratif pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

Pemutihan juga berlaku dalam bentuk pembebasan BBNKB kedua dan seterusnya. Kebijakan ini berlaku mulai Selasa 1 September hingga 28 November 2020 mendatang.

"Di tengah upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini, pemerintah berharap masyarakat dapat terbantu sebagian bebannya dengan adanya pemutihan sanksi PKB maupun BBNKB," ungkap Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (31/8/2020).

Khofifah Indar Parawansa berharap, masyarakat dapat memanfaatkan stimulus yang telah diberikan untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak.

Jumlah SMK di Jawa Timur yang Jalankan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Bertambah

Khofifah Resmikan Wisata Paralayang di Mojokerto, Kenalkan Keunggulan Keindahan Gunung Penanggungan

Mengingat selama pandemi virus Corona ( Covid-19 ), Pemprov Jawa Timur telah mengeluarkan kebijakan pembebasan sanksi administratif PKB dan BBNKB sejak 3 April 2020.

Selanjutnya, mulai 12 Juni hingga 31 Agustus, stimulus pajak kembali dikeluarkan dengan memberikan diskon corona untuk kendaraan roda dua sebesar 15 persen dan kendaraan roda empat sebesar 5 persen.

"Wajib pajak adalah pahlawan pembangunan. Maka dalam situasi seperti saat ini, kita berharap stimulus pemutihan mampu menggairahkan kesadaran wajib pajak di Jatim," tuturnya.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, Khofifah Indar Parawansa mengakui antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam menunaikan kewajibannya.

Disperindag Jatim Bentuk Jatim IT Creative, Dukung Bisnis Startup di Tengah Pandemi Covid-19

UPDATE CORONA di Jawa Timur Rabu 26 Agustus, Surabaya Zona Oranye, Sidoarjo dan Tuban Zona Merah

"Kami berterima kasih atas kesadaran wajib pajak di Jatim yang begitu antusias. Termasuk jajaran Samsat yang telah berkordinasi dengan baik bersama Ditlantas Polda Jatim dan Jasa Raharja," ujar Khofifah Indar Parawansa.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Jawa Timur, Boedi Prijo Soeprajitno menambahkan, selama periode pemberian diskon corona pada 12 Juni sampai 27 Agustus, tercatat sebanyak 3.227.446 wajib pajak telah memanfaatkan kebijakan Gubernur Khofifah. Dari transaksi tersebut, pendapatan yang diterima dari PKB sebesar Rp 1,3 triliun.

"Selama pemberian diskon, Gubernur Khofifah telah menggulirkan diskon pajak sebesar Rp 115,7 miliar untuk lebih dari tiga juta wajib pajak di Jatim. Ini terobosan yang pertama kali di Indonesia dan berhasil menarik antusiasme yang tinggi dari masyarakat di Jatim," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Tes Spesimen Covid-19 di Nganjuk Terkendala, Gubernur Jatim Khofifah Bakal Kirim Mobil PCR

Optimalkan PAD, Bapenda Kota Malang Lakukan Perjanjian Kerja Sama dengan Ditjen Pajak

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved