Breaking News:

Cegah Penyebaran Covid-19, Tim Gabungan Gresik Tindak Tegas Masyarakat Yang Tidak Pakai Masker

Tim gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Gresik melakukan operasi yustisi terhadap pengguna jalan tidak pakai masker

sugiyono/surya
MASKER - Jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik melihat sidang tipiring kepada pelanggar perda yang tidak memakai masker, Senin (14/9/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tim gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Gresik melakukan operasi yustisi terhadap pengguna jalan yang tidak mengenakan masker, Senin (14/9/2020).

Kegiatan tersebut untuk meningkatkan penegakan pelanggar Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2020.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, didampingi jajaran pimpinan Forkopimda, mengatakan, penindakan ini untuk meningkatkan penegakan protokol kesehatan. Hal ini untuk menegakkan protokol kesehatan, sehingga penyebaran virus Corona atau Covid-19 bisa dikurangi.

"Ini menindaklanjuti Perbup Nomor 22 Tahun 2020 tentang peningkatan penegakan Protokol Kesehatan, peningkatan penegakan kedisiplinan, demi Covid-19 ini tidak tambah menyebar dan terus landai dan segera sirna dari Kabupaten Gresik," kata Sambari.

Lebih lanjut Sambari berharap kepada Camat agar meningkatkan kewaspadaan pada setiap desa yang ada di wilayahnya.

“Kalau perlu RT dan RW mencatat seluruh aktifitas warganya. Terutama tamu yang datang, khususnya yang dari Zona merah dan zona hitam. Laporkan setiap aktifitas yang mencurigakan. Laporkan kepada Kepala Desa atau kepada Babinsa dan babinkamtibmas yang ada diwilayah masing-masing,” katanya kepada TribunJatim.com.

Sosok Pacar Baru Kekeyi Pengganti Rio, Tak Mau Umbar Dulu Takut Pansos, Nikita Mirzani Syok: Hah?

Rumah Disterilkan Jelang PSBB, Nia Ramadhani Boyong Keluarga ke Hotel, Ardi Bakrie: Kita Mau Ngungsi

Rizky Billar Mendadak Ciut Hadapi Rekan Artis, Baju Ditarik Ibnu Jamil, Judika: Masa Kau Gak Berani

Sementara Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, mengatakan, operasi yustisi ini untuk menegakkan protokol kesehatan dan mengingatkan kepada masyarakat meningkatkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Operasi yustisi ini akan terus berlanjut sampai masyarakat memahami pentingnya protokol kesehatan," kata Arief.

Dengan meningkatnya penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, maka Pemkab Gresik berserta Forkopimda akan tetap memberlakukan jam malam untuk tempat-tempat keramaian. Seperti warung kopi dan tempat lainnya.

"Sejauh ini Perbup belum dicabut," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Sementara untuk sanksi sosial, Polres Gresik akan koordinasi dengan Pemkab Gresik.

"Untuk sanksi ssosial, kita gabungan dari Pemkab akan menentukan titik untuk menentukan tempatnya," imbuhnya.

Tim gabungan operasi yustisi berhasil menindak 28 orang pelanggar Perbup 22 tahun 2020. Mereka ada yang memilih dikenakan sanksi sosial dan atau denda sebesar Rp 150.000.

"Saya memilih sanksi sosial saja. Sebab tidak punya uang untuk mengganti denda Rp 150.000," kata Budiyono, warga Banjarsari, Kecamatan Cerme. (Sugiyono /Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved