Volume Sampah di Batu Mulai Meningkat Kembali

Volume sampah di Kota Batu mulai kembali meningkat seiring berangsurnya kondisi masa adaptasi normal baru Pandemi Covid-19.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Ilustrasi TPA sampah 

 TRIBUNJATIM.COM, BATU - Volume sampah di Kota Batu mulai kembali meningkat seiring berangsurnya kondisi masa adaptasi normal baru Pandemi Covid-19.

Beberapa bulan lalu, volume sampah mengalami penurunan karena terbatasnya aktivitas warga dan ruang publik.

Kasi Pengolahan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Bambang Harnowo mengatakan, pada Agustus lalu jumlah volume sampah di Kota Batu bisa mencapai lebih dari 7000 meter kubik, dengan asumsi 1 meter kubik memiliki berat 256 Kg sampah. Kecamatan Kota Batu tercatat menjadi yang terbanyak menyumbangkan sampah berdasarkan angkutan mobil plat merah.

Berdasarkan data yang didapat dari tempat pengolahan akhir (TPA) Tlekung, Kecamatan Batu menyumbang hampir 7000 meter kubik sampah pada Januari dan Februari 2020.

Angkanya menurun menjadi hanya sekitar 4800 meter kubik pada Maret dan April. Pasalnya, saat itu sedang dalam kondisi pembatasan sosial.

Jumlah mulai kembali naik sejak Juni karena ada pelonggaran sehingga aktivitas warga mulai tidak terbatas. Bambang menjelaskan, tempat pariwisata, penginapan dan restoran menjadi salah satu penyumbang sampah terbanyak.

Dia memprediksi jumlah volume sampah yang diterima TPA Tlekung akan kembali normal seperti awal tahun.

Ashanty Ngamuk Tahu Azriel Hermansyah Bikin Tato, Aurel Ketakutan Diusir, Istri Anang: Hapus Ziel

Pelatih Persela Lamongan Bereaksi Soal Peluang Timya Berbagi Stadion dengan Persipura Jayapura

11 Kali Beraksi, Jambret Muda Asal Surabaya Ditembak Polisi, Incar Perempuan dan Anak-anak

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, jika dihimpun dari tiga kecamatan, TPA Tlekung menerima 90,4 ton sampah per hari pada Februari 2020.

Lalu menerima 57,8 ton sampah per hari pada Maret 2020. Kemudian April menerima 61,03 ton sampah per hari, dilanjut Mei sebanyak 68,2 ton sampah per hari.

"Terus Juni sebanyak 70,4 ton sampah per hari, Juli ada 69,1 ton sampah per hari dan terakhir Agustus terdapat 77,1 ton sampah per hari. Ini diprediksi meningkat terus sampai akhir tahun," katanya, Rabu (30/9/2020).

Seperti diketahui sejak bulan Juli lalu sejumlah tempat wisata dan hotel mulai dibuka kembali. Sehingga berdampak adanya kembali peningkatan produksi sampah.Dari jumlah tersebut, saat ini produksi sampah terbanyak dihasilkan dari sampah rumah tangga. Meski begitu, Kecamatan Batu tetap menjadi penyumbang terbanyak jumlah sampah di Kota Batu.

"Kecamatan Batu sekitar 50 persen sedangkan lainnya seperti Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo," katanya.

Saat ini, DLH memiliki 18 armada pengangkut sampah. Selain itu di Kecamatan Batu terdapat 28 TPS, lalu Kecamatan Junrejo ada 9 TPS dan Kecamatan Bumiaji terdapat 18 TPS.

Sedangkan Kasi Pelayanan Kebersihan, DLH Kota Batu, Endang Ari mengatakan perhitungan timbunan sampah setiap individu dalam sehari berbeda-beda. Untuk skala sampah rumah tangga di Kecamatan Batu setiap orang rata-rata menghasilkan 0,36 Kg sampah. Lalu Kecamatan Bumiaji yakni 0,35 Kg dan Kecamatan Junrejo yaitu 0,40 Kg.

"Itu berdasarkan Analisa Kajian Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga tahun 2019," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved