Breaking News:

Virus Corona di Tulungagung

Ada 9 Klaster Keluarga di Tulungagung Akibat Pasien Covid-19 Tak Taat Saat Isolasi Mandiri

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung menemukan 9 klaster keluarga akibat ketidaktaatan pasien melakukan isolasi mandiri.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro, 2020. 

Karena itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung memberlakukan kebijakan lama.

Terkait Video Dangdutan di Mapolsek Gondang Tulungagung, Propam Periksa Polisi Hingga Penyanyi

Isolasi mandiri di rumah bagi pasien terkonfirmasi tidak diperbolehkan, dan wajib tinggal di Rusunawa IAIN Tulungagung.

"Yang kami longgarkan hanya keberangkatannya. Tidak harus dijemput petugas kesehatan, bisa berangkat sendiri ke tempat isolasi," sambung Galih Nusantoro.

Selain itu setiap temuan reaktif dan masih menunggu hasil tes swab wajib masuk ke tempat karantina.

Dengan demikian jika hasil tes swab positif, pasien hanya melakukan sedikit kontak.

Sedangkan jika hasil tes swab negatif akan langsung dikeluarkan dari tempat karantina.

Ada 30 Guru Diangkat Jadi Kepala SD, Tulungagung Masih Kekurangan 1800 Guru

"Cara itu terbukti efektif kita terapkan untuk mengendalikan kasus penularan. Kita sudah berpengalaman dengan itu," tegas Galih Nusantoro.

Lebih jauh Galih mengungkapkan, klaster keluarga ini bermula dari pelaku perjalanan.

Mereka ketahuan karena sakit dan menjalani prosedur rapid test dan tes swab.

Ada pula yang terjaring saat mengurus syarat perjalanan jarak jauh.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved