Breaking News:

Selain Pekerja dan Buruh, Serikat Guru Ikut Kecam Pasal di UU Cipta Kerja, Berikut Penjelasan FSGI

Selain para pekerja dan buruh yang menolak Omnibus Law, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) juga mengecam pendidikan masuk UU Cipta Kerja.

Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Ilustrasi tolak Omnibus Law. 

TRIBUNJATIM.COM - Tak hanya para buruh, Serikat Guru kini ikut mengecam UU Cipta Kerja.

Ada pasal-pasal tertentu yang dikecam oleh Serikat Guru.

Seperti diketahui, pengesahan RUU Cipta Kerja menuai pertentangan dari sejumlah pihak setelah disahkan dalam rapat paripurna DPR RI, Senin (5/10/2020).

Para pekerja dan buruh menjadi yang mempertentangkan pengesahan tersebut lantaran dianggap merugikan.

Namun, tidak hanya menyoal ketenagakerjaan saja yang disorot, pasal Pendidikan pun turut diprotes oleh sejumlah pihak.

Drama Pengesahan RUU Cipta Kerja, Mic Dimatikan saat Interupsi, 7 Item Krusial Ini Merugikan Buruh

Terima Bantuan Beras KPM PKH, Penjual Rujak di Surabaya Senang: Semoga Berlanjut Sampai Kita Mandiri

Ilustrasi tolak Omnibus Law.
Ilustrasi tolak Omnibus Law. (Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono)

Dikutip dari Kompas.com ( TribunJatim.com Network ), pada Pasal 26 UU Cipta Kerja, dijelaskan bahwa entitas pendidikan sebagai sebuah kegiatan usaha.

Kemudian, Pasal 65 berbunyi, pelaksanaan perizinan pada sektor pendidikan dapat dilakukan melalui perizinan berusaha sebagaimana dimaksud dalam UU ini.

Pasal 65 ayat (2) menjelaskan, ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan perizinan pada sektor pendidikan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengecam pendidikan masuk UU Cipta Kerja. 

Sosok Benny K. Harman yang Interupsi dan Walk Out Sidang DPR UU Cipta Kerja, Ini Riwayat Jabatannya

Usung Trenggalek Meroket, Cabup Mas Ipin Ajak Warga Majukan Pariwisata Pantai Tanpa Merusak Alam

Penjelasan FSGI

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved