Breaking News:

Perkara Perdata Jual Beli Tanah Mendiang Henry J Gunawan Disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya

Perkara perdata jual beli tanah yang melibatkan mendiang pengusaha asal Surabaya, Henry J Gunawan disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Perkara perdata jual beli tanah yang melibatkan mendiang pengusaha asal Surabaya, Henry J Gunawan disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (14/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perkara perdata jual beli tanah yang melibatkan mendiang pengusaha asal Surabaya, Henry J Gunawan disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (14/10/2020).

Penggugat perkara ini adalah PT Semeru Cemerlang, perusahaan yang dahulu dipimpin Henry J Gunawan semasa hidup.

Pihak tergugat adalah Heng Hok Soei atau akrab disapa Asui dan Notaris Caroline Costantina Kalampung.

Latar belakang perkaranya bermula saat Henry J Gunawan semasa hidup yang mewakili PT Semeru Cemerlang telah menjual tanah kepada Heng Hok Soei.

Kemudian dibuat dan ditandatangani akta nomor 21, 22, dan 23 tanggal 21 Mei 2010 tentang Perjanjian Pengikatan Jual Beli, Kuasa Menjual dan Akta Pengosongan di Notaris Caroline Costantina Kalampung.

Intinya, melalui akta tersebut, Henry J Gunawan telah menyatakan dengan tegas tentang objek dan pembayaran telah terselesaikan. Namun belakangan Henry J Gunawan berdalih jual beli itu hanya utang-piutang sehingga mengajukan gugatan untuk membatalkan jual beli yang pernah dibuat di hadapan notaris.

Baca juga: Beraksi Sendirian di Surabaya, Jambret Asal Menganti Tersungkur Seusai Dikejar Korbannya dan Warga

Baca juga: Pria di Video Viral Pelanggar Protokol Kesehatan di Surabaya Ungkap Alasannya Tolak Diangkut Petugas

Diperoleh informasi PT Semeru Cemerlang pernah melaporkan perkara ini dengan Asui sebagai terlapor ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri).

Namun Polri menghentikan penyelidikan di tahun 2017 karena pihak pelapor tidak bisa membuktikan tuduhannya.

Sidang perdata perkara ini digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (14/10/2020).

Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Jan Manoppo itu, PT Semeru Cemerlang menghadirkan saksi ahli dari Universitas Surabaya, Prof Dr Lanny Kusumawati.

Baca juga: Grafik Pelanggar Protokol Kesehatan di Surabaya Turun, Pemkot Berharap warga Tingkatkan Kedisiplinan

Baca juga: Sudah Bayar Rp 80 Juta Tapi Eksekusi Buntu, Pejabat PN Surabaya Diadukan ke Presiden Joko Widodo

Namun, pernyataan ahli hukum perdata di persidangan yang dihadirkan penggugat justru menguntungkan pihak tergugat.

Lanny Kusumawati antara lain menyebut, untuk membatalkan sebuah akta otentik harus terlebih dahulu dibuktikan adanya sebuah kecacatan.

Lanny juga menyatakan, seorang notaris berwenang membuat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan ketika PPJB tanah sudah dibayar lunas, kemudian ditindaklanjuti dengan Akta Kuasa untuk Balik Nama dan Akta Pengosongan, maka sudah terjadi peralihan hak ke pembeli.

"Tentu keterangan saksi ahli dalam persidangan tadi sangat menguntungkan bagi pihak tergugat," ucap Tonic Tangkau, yang tergabung dalam tim kuasa hukum tergugat.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved