Resmi, Ada Pasar Burung dan Akik di Kawasan Dolly Surabaya, Diharap Jadi Akses Ekonom Warga
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan sentra Pasar Burung dan Akik di kawasan eks lokalisasi Dolly. Diharap jadi akses ekonomi warga.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Warga di kawasan eks lokalisasi Dolly kini resmi memiliki sentra Pasar Burung dan Akik.
Pasalnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah meresmikan pasar yang berada di tengah kampung tersebut, Rabu (21/10/2020).
"Warga minta pasar akik sama pasar burung, ya sudah kita penuhi," kata Risma.
Baca juga: Diduga Terjadi Korupsi Penggemukan Hewan di RPH Kota Malang, Kejari Periksa 14 Saksi
Baca juga: Potensi Dampak La Nina di 22 Daerah Jatim, Surabaya Berpotensi Angin Puting Beliung dalam 3 Hari
Pasar tersebut berdiri di bekas wisma di kawasan tersebut. Kemudian, oleh Pemkot Surabaya disulap menjadi pasar.
Total ada 37 lapak yang tersedia di pasar dua lantai itu. Pasar tersebut menempati lahan seribu meter persegi.
Risma mengatakan, Pemkot Surabaya memang ingin perekonomian warga terus berkembang.
Sehingga, termasuk di kawasan tersebut diharapkan dapat terus bergeliat dengan adanya pasar tersebut.
Baca juga: PWI Jatim Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Tengah Pandemi, Terapkan Protokol Kesehatan Ketat
Baca juga: Aliansi Bima Sakti Minta KPU Kediri Sumpah Pocong, Harap Tak Ada Kecurangan Terkait Paslon Tunggal
"Mudah-mudahan mereka bisa jalan di masa pandemi ini," tambah Risma.
Selain itu, di pasar tersebut nantinya Risma menginginkan bisa dibuat semacam kontes burung. Hal itu agar semakin dapat menarik perhatian warga luar agar datang ke sana.
"Nanti kalau ramai kan bisa untuk akses ekonomi," terang Wali Kota perempuan pertama di Surabaya tersebut.
Sementara itu, Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya, Iman Krestian mengatakan dalam pembangunan pasar itu Pemkot memang memperhatikan betul keinginan warga.
"Ini semua permintaannya warga," kata Iman saat ditemui dalam kesempatan yang sama.
Pembangunannya relatif tak menemui kendala. Sebab, Pemkot memang memanfaatkan salah satu bekas wisma disana yang kemudian diubah konsepnya menjadi pasar.
Akses masuk ke pasar itu pun dibuat banyak pintu. Menurut Iman, hal sengaja dilakukan agar dapat langsung terhubung ke perkampungan warga.
"Kita cuma mengalihfungsikan dari yang awalnya wisma jadi konsepnya pasar," terang Iman.
Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Heftys Suud