Hibur Warga untuk Tingkatkan Imun di Masa Pandemi Covid-19, PPBI Lamongan Gelar Pameran Bonsai
Untuk meningkatkan imun dimasa pandemi Covid-19, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Lamongan memunculkan cara untuk memberikan hiburan.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Pipin Tri Anjani
"Saatnya nanti akan kita gelar yang melibatkan peserta luar kabupaten, " ungkapnya.
Selain menunjukkan semakin tingginya minat warga Lamongan terhadap bonsai, imbuh Wahyudi, pameran bonsai tahun ini juga semakin bisa menunjukkan kalau Lamongan memiliki potensi alam yang masih bisa digali melalui bonsai.
"Bonsai yang dipamerkan ini adalah pohon-pohon yang bisa ditemukan di Lamongan seperti pohon Serut, Mustam, Klampis Hitam, Stigi dan pohon-pohon lainnya," ujar Wahyudi.
Baca juga: Kondisi Kejiwaan Pembunuh Wanita Kerabat Jokowi, Polisi: Pelaku Sadar, Ini Fakta Baru yang Ditemukan
Baca juga: Pembangunan Tower Ilegal di Ponorogo Didemo Warga, Satpol PP Siap Membongkar Sesuai Prosedur
Dua kelas bonsai dipamerkan dalam pameran bonsai ini, yaitu kelas prospek (pemula) dan regional.
Penilaian bagus tidaknya bonsai, menurut Wahyudi, ditentukan dari beberapa kriteria yang diantaranya adalah kematangan pohon meliputi besarnya batang, cabang dan ranting harus seimbang.
"Selain itu ada keserasian arah cabang dan ranting dengan batang pohon bonsai. Tak hanya itu, kriteria pendukung lainnya termasuk aksesories yang ada pada pohon bonsai juga menjadi penilaian tersendiri seperti batu, lumut, rumput dan yang paling utama pot harus seimbang dan selaras dengan pohon bonsainya," tutur Wahyudi.
Sementara, Bupati Lamongan Fadeli berharap dengan pameran bonsai ini bisa menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat Lamongan di tengah pandemi Covid-19.
Selain itu, kata Fadeli, pameran bonsai ini bisa ikut melestarikan lingkungan hidup dengan membuat sebuah karya seni yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Selain sebagai alternatif hiburan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, juga untuk melestarikan lingkungan hidup dan bonsai juga sebagai karya seni bernilai ekonomi tinggi bila ditekuni secara profesional," pungkasnya. (SURYA/Hanif Manshuri)
Editor: Pipin Tri Anjani